Suasana di lingkungan Kantor Gubernur Maluku, Senin malam (28/9), sempat heboh. Perselisihan terjadi antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan mantan sekretaris pribadi Gubernur Maluku, Neles, dan seorang pegawai genset bernama Yance Siahaya.
Informasi yang diperoleh, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 21.10 WIT. Saat itu, sejumlah anggota Satpol PP sedang melaksanakan piket dan berjaga di pos belakang Kantor Gubernur Maluku.
Dari dalam ruang genset kemudian keluar Neles bersama Yance Siahaya. Keduanya disebut dalam kondisi diduga dipengaruhi minuman keras dan kemudian terlibat perdebatan dengan anggota Satpol PP.
Dalam perdebatan itu, Neles dan Yance disebut meminta anggota Satpol PP untuk membubarkan diri dan meninggalkan area Kantor Gubernur. Situasi kemudian semakin memanas setelah anggota Satpol PP, Ferlin Wohier, yang baru selesai melakukan absensi malam bersama istrinya, keluar dan terlibat adu mulut dengan keduanya.
Perdebatan tersebut bahkan diwarnai ucapan bernada menantang. Yance Siahaya disebut sempat berkata kepada anggota Satpol PP, “Kalau mau lapor, lapor saja, ini Yance Siahaya. Kalau mau bakupukul atau mau jadi-jadi saja.”
Ucapan itu disebut sempat memancing emosi anggota Satpol PP. Namun, petugas memilih menahan diri dan melaporkan kejadian tersebut kepada Sekretaris Satpol PP Provinsi Maluku.
Sekitar pukul 23.12 WIT, Sekretaris Satpol PP Provinsi Maluku tiba di Kantor Gubernur Maluku untuk memantau langsung situasi sekaligus mengendalikan anggota Satpol PP yang berada di lokasi.
Setelah kejadian tersebut, situasi di lingkungan Kantor Gubernur Maluku dilaporkan kembali aman dan terkendali. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai tindak lanjut atas perselisihan tersebut. (Tim)

















