Kesempatan menjadi prajurit TNI kembali dibuka lebar bagi generasi muda di Maluku. Kodam XV/Pattimura memperkuat sosialisasi penerimaan prajurit melalui kampanye kreatif yang menyasar putra-putri terbaik daerah, termasuk mereka yang berasal dari wilayah terpencil dan pulau terluar.
Upaya tersebut dilakukan melalui video conference (vicon) yang berpusat di Ruang Yudha III Makodam XV/Pattimura, Ambon, Kamis (5/11). Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menjadi daerah pertama yang bergerak cepat mengambil langkah nyata untuk mendukung proses rekrutmen tersebut.
Kegiatan ini diikuti Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun bersama jajaran, Dandim 1503/Tual Letkol Inf. Andi Agussalim, S.I.P., M.I.P., anggota DPRD Malra Stepanus Layanan, para kepala desa atau ohoi, Kepala Puskesmas Kota Tual, alumni mahasiswa, hingga seluruh Babinsa se-Kabupaten Malra.
Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Thaher Hanubun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangdam XV/Pattimura atas perhatian yang diberikan kepada pemuda Maluku Tenggara yang ingin mengabdikan diri sebagai prajurit TNI.
Pangdam XV/Pattimura menyambut baik dukungan pemerintah daerah tersebut. Ia mengaku bangga karena Maluku Tenggara menjadi daerah pertama yang menunjukkan gerak cepat dalam mendukung sosialisasi dan penjaringan calon prajurit.
Menurut Pangdam, kesempatan menjadi prajurit TNI harus terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya pemuda dari perkotaan, tetapi juga mereka yang berasal dari daerah terpencil, pulau terluar, keluarga kurang mampu, anak yatim piatu, hingga pekerja sektor informal seperti tukang ojek.
Tahun ini, tercatat sebanyak 25.300 calon prajurit siap dididik. Jumlah tersebut terdiri atas 6.200 kuota Bintara dan 19.100 kuota Tamtama.
Pangdam berharap para pemuda Maluku yang telah memenuhi persyaratan tidak ragu untuk mendaftarkan diri dan memanfaatkan kesempatan tersebut.
Namun, ada hal penting yang turut ditekankan dalam proses penerimaan ini, yakni kondisi kesehatan calon peserta. Pangdam memberikan perhatian khusus terhadap aspek tersebut karena menjadi salah satu faktor krusial dalam tahapan seleksi.
Di sisi lain, Pangdam memastikan seluruh proses pendaftaran hingga seleksi prajurit TNI berlangsung gratis tanpa dipungut biaya.
Calon peserta dan keluarga juga diminta tidak mudah percaya kepada calo yang menjanjikan kelulusan, baik yang berasal dari internal maupun eksternal Kodam.
Pangdam bahkan meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan praktik percaloan. Pelaku akan ditindak tegas secara hukum, dengan ancaman sanksi hingga pemecatan dengan tidak hormat (PTDH).
Untuk memastikan para calon mendapatkan pendampingan sejak awal, Pangdam menginstruksikan seluruh Babinsa agar aktif membina dan mendampingi peserta, mulai dari tahap persiapan hingga seluruh proses seleksi selesai.
Melalui langkah tersebut, Kodam XV/Pattimura berharap semakin banyak generasi muda Maluku memperoleh kesempatan menjadi prajurit profesional, berjiwa petarung prima, mampu menjadi solusi di tengah masyarakat, serta senantiasa dicintai rakyat. (Tiar)














