Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meradang setelah namanya dikaitkan dengan isu skandal penyadapan dan perekaman pembicaraan pihak lain. Ia membantah keras tuduhan tersebut dan meminta kepolisian mengusut tuntas pihak-pihak yang berada di balik penyebaran informasi itu.
Bahlil menyebut tuduhan yang menyeret namanya sebagai fitnah yang sengaja dibangun untuk merusak reputasi dirinya sekaligus mencederai marwah Partai Golkar.
Pernyataan keras itu disampaikan Bahlil dalam pidatonya setelah pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Maluku di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11).
Di hadapan kader Golkar, Bahlil mengaku terkejut ketika dirinya dikaitkan dengan dugaan penyadapan. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam tindakan penyadapan maupun mengatur perekaman pembicaraan siapa pun.
Bahlil bahkan mempertanyakan tuduhan tersebut karena dirinya mengaku justru menjadi salah satu pihak yang disadap.
“Bagaimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya sendiri disadap? Kiranya tertib berpikir, kreatif berpikir,” ujar Bahlil.
Tak ingin isu tersebut terus berkembang, Bahlil meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia (Polri), mengusut persoalan itu secara menyeluruh. Ia mendesak polisi mengungkap siapa saja pihak yang terlibat dalam penyebaran informasi yang disebutnya sebagai hoaks dan propaganda melalui flyer palsu.
“Saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian, untuk diusut tuntas, dibuka saja. Jangan fitnah terus yang dibangun. Kalau memang ada dapat itu, siapa saja dibuka saja,” tegasnya.
Bahlil juga memberikan ultimatum kepada pihak-pihak yang dinilainya sengaja menyebarkan narasi bohong untuk menyerang dirinya. Ia memberi waktu tiga kali 24 jam agar pihak tersebut menyampaikan klarifikasi.
Jika tidak ada klarifikasi dalam batas waktu tersebut, Bahlil menyatakan siap mengambil langkah hukum.
“Bicara partai itu marwah partai. Ketua umum partai itu marwah. Saya tidak akan mundur sejengkal pun untuk menghadapi orang-orang yang merusak partai,” katanya.
Lebih jauh, Bahlil menegaskan bahwa loyalitas, kesetiaan, dan komando tegak lurus merupakan prinsip yang harus dijaga seluruh kader Golkar. Ia menyebut nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari karakter yang dipegang teguh dalam kehidupan masyarakat timur.
Di akhir pidatonya, Bahlil mengajak seluruh kader Golkar tetap solid dan tidak terpengaruh polemik yang berkembang.
Ia meminta kader tetap fokus mendukung agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di seluruh pelosok Nusantara. (Tim)
















