Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku, Widya Pratiwi, menegaskan bahwa pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Provinsi Maluku bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan pengabdian politik kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Widya dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Provinsi Maluku yang berlangsung di Ballroom Hotel Santika Ambon, Rabu (2/9).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Bupati Maluku Tengah, Bupati Buru Selatan, Bupati Kepulauan Tanimbar, Murad Ismail, serta sejumlah pimpinan partai politik, pimpinan DPRD kabupaten/kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda dan keluarga besar PAN di Maluku.
Dalam sambutannya, Widya mengatakan jabatan dalam struktur kepengurusan partai merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para pengurus diminta tidak hanya aktif dalam urusan internal partai, tetapi juga harus hadir dan bekerja di tengah masyarakat.
“Jabatan dalam kepengurusan bukanlah sebuah kehormatan semata, tetapi merupakan sebuah amanah. Amanah untuk bekerja, amanah untuk mendengar, amanah untuk hadir di tengah masyarakat, dan amanah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” kata Widya.
Menurutnya, PAN di Maluku harus menjadikan politik sebagai jalan pengabdian. Karena itu, ia mengingatkan seluruh kader agar tidak membangun partai hanya untuk kepentingan internal, tetapi menjadikan keberadaan PAN benar-benar dirasakan masyarakat.
“PAN harus hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sesuai dengan slogan kita: PAN Bantu Rakyat. PAN harus membantu rakyat Maluku,” tegasnya.
Soroti Ketahanan Pangan Maluku
Widya juga menyoroti pentingnya agenda ketahanan pangan bagi Maluku. Sebagai daerah kepulauan, menurut dia, kebijakan pangan harus disesuaikan dengan kondisi geografis dan potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah di Maluku.
Ia berharap petani Maluku semakin sejahtera, nelayan semakin kuat, pangan lokal semakin berkembang, serta hasil bumi Maluku mampu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Kita ingin agar petani Maluku semakin sejahtera, nelayan Maluku semakin kuat, pangan lokal semakin berkembang, dan hasil bumi Maluku memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi masyarakat Maluku,” ujarnya.
Widya juga berharap sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah semakin kuat sehingga berbagai program nasional, khususnya terkait ketahanan pangan, dapat memberikan dampak nyata hingga ke desa-desa dan pulau-pulau kecil di Maluku.
PAN Diminta Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Widya yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Maluku serta anggota DPR RI dari Fraksi PAN daerah pemilihan Maluku itu menegaskan pentingnya dukungan seluruh kader dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Maluku, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Ia meminta struktur partai diperkuat hingga ke tingkat akar rumput. PAN, kata Widya, harus membuka ruang bagi generasi muda, perempuan, tokoh masyarakat, profesional, akademisi, pelaku usaha, petani, nelayan dan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membesarkan partai.
“Saya ingin Partai Amanat Nasional di Maluku menjadi rumah bersama. Rumah bagi mereka yang ingin berbuat baik untuk Maluku. Rumah bagi mereka yang ingin bekerja, bukan sekadar berbicara. Rumah bagi mereka yang ingin memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.
Kepada seluruh pengurus DPW dan DPD PAN se-Maluku yang baru dilantik, Widya berpesan agar menjaga integritas, loyalitas dan nama baik partai.
Para kader juga diminta terus turun ke masyarakat untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi rakyat.
“Teruslah turun ke masyarakat. Dengarkan keluhan dan kebutuhan mereka, kemudian perjuangkan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Widya menilai pelantikan pengurus baru harus menjadi titik awal bagi PAN Maluku untuk bekerja lebih keras dan bergerak lebih cepat dalam menjalankan agenda politik kerakyatan.
Ia mengajak seluruh kader mengesampingkan perbedaan latar belakang, daerah maupun pandangan untuk membangun kekuatan bersama dalam satu rumah besar, yakni PAN Maluku.
“Kita boleh berbeda latar belakang. Kita boleh berbeda daerah. Kita boleh berbeda pandangan. Tetapi kita harus memiliki satu rumah besar: PAN Maluku,” tutur Widya.
Ia menegaskan, cita-cita yang harus diperjuangkan bersama adalah terwujudnya Maluku yang lebih maju, masyarakat yang sejahtera dan rakyat yang bermartabat.
“Dengan semangat PAN Bisa, PAN Hadir, PAN untuk Rakyat. Mari kita satukan langkah untuk membangun PAN dan sekaligus membangun Maluku yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih adil,” pungkasnya. (Tiar)
















