Kapolda Maluku Irjen Pol. Suwondo Nainggolan meminta personel Direktorat Samapta Polda Maluku mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas, terutama saat menghadapi konflik sosial di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Suwondo saat mengunjungi Markas Direktorat Samapta Polda Maluku, Kamis (29/10) pagi. Dalam kunjungan itu, Kapolda didampingi Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Monang Marudu Zonir Simanjuntak dan Dir Samapta Polda Maluku.
Kunjungan dimulai sekitar pukul 08.00 WIT. Setibanya di markas, Suwondo mendapat penghormatan dari personel penjagaan sebelum memberikan arahan dalam apel pagi gabungan di halaman Dit Samapta.
Dalam arahannya, Suwondo menegaskan tugas polisi tidak sebatas penegakan hukum. Menurut dia, personel juga harus mampu memahami kondisi sosial masyarakat, membangun komunikasi, dan mencari penyelesaian persoalan secara proporsional.
“Sejak tiba di Maluku, saya langsung merasa bangga dengan daerah ini. Saya ingin menegaskan bahwa selama berada dan mengabdi di Maluku, kita adalah satu keluarga dan bersaudara,” ujar Suwondo.
Ia meminta personel menjalankan tugas dengan baik, profesional, dan penuh tanggung jawab untuk menjaga keamanan Maluku.
Menurut Suwondo, Dit Samapta memiliki peran penting dalam pemeliharaan kamtibmas. Personel Samapta dituntut siap melaksanakan patroli, menjaga keamanan, hingga menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
Suwondo juga meminta anggota bangga terhadap tugasnya. Kebanggaan tersebut, kata dia, harus dibuktikan melalui disiplin, kesiapsiagaan, kemampuan profesional, serta pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Ia mengingatkan personel bahwa menjadi anggota Polri merupakan amanah, bukan sekadar kebanggaan pribadi. Karena itu, setiap anggota harus mampu menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Jangan Hanya Andalkan Penegakan Hukum
Dalam penanganan konflik sosial di Maluku, Suwondo meminta personel tidak hanya mengandalkan pendekatan hukum.
Menurutnya, persoalan sosial membutuhkan penanganan yang lebih luas dengan mengedepankan komunikasi, pendekatan kekeluargaan, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Untuk menyelesaikan konflik sosial, kita tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Diperlukan pula pendekatan sosial dan kekeluargaan, serta kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat,” tegasnya.
Suwondo mengajak personel Samapta membangun kerja sama dengan tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat lainnya.
Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak penting agar penyelesaian konflik tidak semata-mata bergantung pada tindakan kepolisian.
Kemampuan mengendalikan situasi, berkomunikasi dengan masyarakat, dan mengambil tindakan secara terukur juga dinilai menjadi bagian penting dari profesionalisme personel Samapta.
Tekankan Soliditas Internal
Selain tugas operasional, Suwondo menyoroti pentingnya hubungan antara pimpinan dan anggota. Ia meminta setiap komandan dan senior memberikan contoh yang baik kepada personel di bawahnya.
Hubungan antara komandan dan bawahan maupun senior dan junior, kata dia, harus dibangun dengan rasa hormat, kepedulian, tanggung jawab, dan kemanusiaan.
Suwondo menilai pembinaan internal yang sehat akan memperkuat soliditas satuan. Setiap anggota harus mendapatkan pembinaan yang baik, sementara pimpinan wajib menggunakan kewenangannya secara bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan personel bahwa pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, anggota yang terus mengabdi di Maluku memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan daerah secara berkelanjutan.
Karena itu, Suwondo meminta seluruh personel Samapta memberikan dedikasi terbaik, menjaga nama baik institusi, serta ikut menciptakan Maluku yang aman, damai, dan harmonis. (Erhan)















