Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Banda Naira (UBN), menggelar Seminar Nasional Bulan Bahasa 2026 dengan melibatkan akademisi dari lima perguruan tinggi.
Seminar yang berlangsung secara daring pada Rabu, 28 Oktober 2026, tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Seminar mengusung tema “Bahasa, Sastra, dan Budaya Lokal” dengan menghadirkan akademisi dari berbagai daerah untuk memperluas pertukaran gagasan mengenai pengembangan bahasa, sastra, dan pelestarian budaya lokal.
Lima narasumber yang dihadirkan yakni Dr. Nurmi A.R., S.S., M.Pd., dari IAIN Pontianak; Dr. Siti Nurjanna, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Islam Makassar; Dr. Ana Theriana, S.Pd., M.Pd., dari Universitas PGRI Palembang; Dr. Supriadi, S.Pd., M.Hum., dari STIE AMKOP Makassar; serta Dr. Hengki Mofu, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Papua.
Ketua Program Studi PBI UBN, Dr. Kasmawati, S.Pd., M.Pd., bertindak sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut.

Rektor UBN Budiono Senen, M.Si., membuka seminar yang diikuti wakil rektor, dosen, dan mahasiswa UBN serta peserta dari perguruan tinggi mitra.
Dalam sambutannya, Budiono mendorong program studi lain di lingkungan UBN untuk menyelenggarakan kegiatan ilmiah serupa.
Menurut dia, seminar nasional dapat menjadi sarana pengembangan keilmuan dosen sekaligus memperkuat program akademik di setiap program studi.
“Program studi lain di FKIP juga dapat menyelenggarakan seminar nasional untuk pengembangan program studi dan keilmuan dosen,” kata Budiono.
Dorong Kolaborasi Akademik
Ketua Program Studi PBI UBN, Kasmawati, mengatakan seminar tersebut merupakan gagasan program studi yang dikoordinasikan bersama Dekan FKIP UBN, Mujiati La Saadi, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Aditya Putra Basir, S.Pi., M.P.
Kepada NETMALUKU.COM seusai kegiatan, Kasmawati mengatakan Seminar Nasional Bulan Bahasa diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.
Menurut dia, kegiatan tersebut perlu menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, memperluas apresiasi terhadap sastra, dan memperkuat perhatian terhadap budaya lokal.
Ia juga berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi lain dapat mendukung peningkatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Harapannya, tridarma perguruan tinggi di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia terus meningkat, baik pada skala lokal, nasional, maupun internasional melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Kasmawati.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, dan pembelajaran bahasa Indonesia.
Kerja sama akademik juga dapat diarahkan untuk mendokumentasikan sastra serta budaya lokal, termasuk tradisi masyarakat kepulauan yang memiliki keragaman bahasa dan pengetahuan budaya.

Seminar tersebut berlangsung pada momentum Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia yang diperingati setiap Oktober, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.
Dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928, para pemuda menegaskan tekad menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai pemersatu masyarakat di tengah keberagaman suku, bahasa, dan budaya. Namun, penguatan bahasa nasional juga perlu berjalan seiring dengan pelestarian bahasa daerah dan sastra lokal sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. (Kasman)
















