Basarnas Ambon mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Filipina yang mengalami gangguan kesehatan saat berada di atas kapal MV Baosteel Emotion di perairan barat Pulau Ambon, Maluku, Sabtu (17/10).
Proses evakuasi dilakukan menggunakan KN SAR Abimanyu. Tim harus bergerak menuju titik pertemuan dengan kapal di tengah kondisi perairan yang dilaporkan berkabut.
Korban diketahui bernama Romeo C. Echevarria (53), warga negara Filipina sekaligus awak MV Baosteel Emotion, kapal berbendera Jepang yang sedang dalam pelayaran dari Pelabuhan Tiongkok menuju Australia.
Kepala Kantor SAR Ambon Muhamad Arafah mengatakan laporan kondisi korban diterima Comm Centre Kantor SAR Ambon dari Basarnas Command Centre pada Jumat (16/10) sekitar pukul 23.33 WIT.
Informasi tersebut disampaikan oleh nakhoda MV Baosteel Emotion, Capt Froilan B. Dalisav, yang meminta bantuan medis untuk salah satu awak kapalnya.
“Informasi yang kami terima dari Nahkoda melalui email, korban mengalami gejala strok ringan sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit,” kata Arafah.
Setelah menerima laporan, Basarnas Ambon berkoordinasi dengan pihak kapal untuk menentukan titik intercept. Lokasi yang disepakati berada di sebelah barat perairan Pulau Ambon.
KN SAR Abimanyu kemudian bertolak dari Dermaga BRIN Ambon sekitar pukul 10.30 WIT menuju lokasi tersebut. Jarak yang ditempuh sekitar 35,29 mil laut dengan arah barat daya dari Dermaga BRIN Ambon.
Sekitar pukul 14.30 WIT, KN SAR Abimanyu tiba di lokasi dan menemukan MV Baosteel Emotion. Tim selanjutnya menyesuaikan posisi kapal untuk melakukan proses evakuasi medis.
Korban berhasil dievakuasi ke KN SAR Abimanyu pada pukul 15.14 WIT. Selama perjalanan menuju Ambon, kondisi korban terus dipantau oleh petugas medis.
“Alhamdulillah proses evakuasi tadi berjalan dengan lancar dan saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh personel hingga tiba dengan selamat di Kota Ambon,” ujar Arafah.
KN SAR Abimanyu tiba di Dermaga BRIN Ambon pada pukul 17.14 WIT. Korban kemudian diserahkan kepada pihak agen kapal, Imigrasi, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yos Sudarso Ambon.
Korban selanjutnya dibawa untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di Rumah Sakit Siloam Ambon.
Operasi SAR melibatkan personel Basarnas Ambon, termasuk Kasi Sumber Daya, rescuer, ABK KN SAR Abimanyu, dokter, perawat, pilot UAV, Imigrasi, serta KKP Yos Sudarso Ambon.
Sejumlah peralatan digunakan dalam operasi tersebut, antara lain KN SAR Abimanyu, drone thermal, kendaraan personel, dan ambulans KKP.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berkabut dengan angin timur hingga tenggara berkecepatan sekitar 17 knot. Tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan untuk mendapatkan penanganan medis, Operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuannya masing-masing. (Wan)















