Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku melakukan penanganan kekurangan air pada lahan persawahan seluas sekitar 12 hektare di Daerah Irigasi (D.I.) Meten, Desa Waekerta, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.
Penanganan dilakukan setelah tim BWS Maluku bersama BPP Waeapo dan P3A/Poktan Sari Bumi 2 melakukan peninjauan kondisi lahan pada Kamis (1/10).
Kepala BWS Maluku Ruslan Malik mengatakan, lahan tersebut ditanami padi pada musim tanam (MT) II dengan usia tanaman sekitar 60 hari. Kondisi tanaman membutuhkan tambahan pasokan air agar dapat bertahan hingga memasuki masa panen.
“Dari hasil peninjauan, memang terdapat kekurangan air pada areal persawahan. Karena itu, kami bersama pihak terkait melakukan pemompaan dari sumber air terdekat untuk membantu memenuhi kebutuhan tanaman,” kata Ruslan Malik, Minggu (4/10/2026).
Menurut dia, ketersediaan air irigasi di areal tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan tanaman padi. Namun, tim menemukan sumber air alternatif yang berada sekitar 60 meter dari lokasi persawahan.
Ruslan mengatakan pemompaan dilakukan sebagai langkah penanganan untuk menjaga tanaman padi yang terdampak kekurangan air.
“Air dari sumber terdekat dipompa menuju lahan sawah yang terdampak. Upaya ini dilakukan agar tanaman tetap mendapatkan suplai air dan dapat dipertahankan sampai masa panen,” ujarnya.
Penanganan tersebut melibatkan Tim BWS Maluku, BPP Waeapo serta P3A/Poktan Sari Bumi 2. Pompanisasi menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekurangan air terhadap lahan pertanian di tengah kondisi ketersediaan air yang terbatas.
BWS Maluku memastikan penanganan dilakukan bersama kelompok petani dan pihak terkait di lapangan agar kebutuhan air untuk lahan terdampak dapat dipenuhi secara optimal. (Tiar)















