Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca panas dan minim hujan yang dipengaruhi dampak El Nino.
Sapulette mengatakan, kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah di Kota Ambon rentan mengalami kebakaran. Sepanjang September 2026, tercatat sekitar 48 kejadian kebakaran yang ditangani Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon.
“Kalau tidak salah, di bulan September kemarin saja ada kurang lebih 48 titik kebakaran yang dilayani oleh Damkar Kota Ambon,” kata Sapulette kepada netmaluku.com, Kamis (1/10).
Menurut Sapulette, sejumlah kejadian kebakaran di Ambon terjadi akibat aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi dengan baik. Api yang ditinggalkan dalam kondisi belum benar-benar padam berpotensi merembet dan memicu kebakaran di area sekitar.
Karena itu, ia meminta masyarakat yang membakar sampah memastikan api benar-benar telah padam sebelum meninggalkan lokasi.
“Kalau mau membakar sampah, hati-hati. Pastikan setelah itu apinya sudah mati atau padam. Jangan kita tinggalkan, karena ini bisa berdampak,” ujarnya.
Imbauan serupa disampaikan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas berkebun. Sapulette meminta warga menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca yang panas dan kering dapat membuat api cepat menyebar.
“Kalau bisa berkebun, tanam-tanaman saja, jangan bakar-bakar lagi. Dengan kondisi panas seperti ini, tidak perlu bakar untuk membersihkan lahan lalu bertanam,” katanya.
Sapulette menambahkan, kebakaran akibat kondisi cuaca kering tidak hanya terjadi di Kota Ambon. Kebakaran juga terjadi di wilayah Maluku Tengah dan Pemkot Ambon turut memberikan bantuan dalam proses pemadaman.
“Ini bukan cuma terjadi di wilayah Kota Ambon. Di Maluku Tengah pun terjadi, kami tetap membantu masyarakat yang ada di sana dalam memadamkan kebakaran,” ujarnya.
Selain pembakaran sampah dan pembukaan lahan, Sapulette secara khusus mengingatkan masyarakat yang merokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama ketika berada di kawasan hutan.
“Kalaupun merokok di wilayah hutan, puntungnya pastikan sudah mati. Jangan dibuang sembarang tempat. Ini bisa menjadi pemantik untuk terjadinya kebakaran,” tegasnya.
Pemerintah Kota Ambon, kata Sapulette, juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino. Salah satunya melalui penyediaan anggaran tanggap darurat untuk mendukung kebutuhan penanganan kebakaran maupun penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Dana untuk tanggap darurat kita persiapkan. Kalau memang berkaitan dengan air bersih maupun operasional Damkar, itu kita siapkan untuk mengantisipasi,” katanya.
Ia meminta masyarakat tetap waspada karena kondisi panas dan minim hujan masih berlangsung dan belum dapat dipastikan kapan akan berakhir.
“Kita belum tahu sampai kapan ini berakhir, jadi masyarakat diminta untuk tetap waspada,” pungkas Sapulette. (Tiar)















