Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Salas, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Jumat (18/9) sore. Sekitar 2 hektare semak belukar dan lahan terbuka terbakar dalam kejadian tersebut.
Api diketahui sekitar pukul 15.20 WIT. Bhabinkamtibmas Desa Salas Brigpol Wanty Katayane bersama tim Pemadam Kebakaran (Damkar) SBT dan warga langsung bergerak ke lokasi.
Petugas bersama masyarakat berupaya memadamkan kobaran api sekaligus melokalisasi titik kebakaran agar tidak menjalar ke kawasan lain.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sebelum meluas.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Warga juga tidak dilaporkan mengungsi dan hingga proses penanganan selesai belum terdapat laporan kerugian material.
Kapolres SBT AKBP Ricky Pranata Vivaldy mengapresiasi respons cepat Bhabinkamtibmas, Damkar dan masyarakat dalam menangani kebakaran.
“Ketika ada titik api, semakin cepat diketahui dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah api meluas. Kami mengapresiasi sinergi Bhabinkamtibmas, Damkar dan masyarakat yang bersama-sama melakukan pemadaman,” kata Ricky.
Menurut Ricky, kondisi semak belukar dan lahan terbuka yang kering membuat api berpotensi cepat menjalar. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca panas dan kering.
Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada petugas jika menemukan titik api.
“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Dari informasi awal di lapangan, cuaca panas dan berkepanjangan diduga turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Sinergi antara kepolisian, Damkar, pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting, baik dalam merespons ketika terjadi kebakaran maupun melakukan pencegahan,” kata Rositah.
Rositah mengajak masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api secara tidak terkendali dan segera melaporkan apabila menemukan kebakaran.
Setelah pemadaman selesai, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. (Tim)















