Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memastikan 29 unit rumah warga Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang rusak dan terbakar akibat konflik akan segera dibangun kembali.
Hal tersebut disampaikan Lewerissa saat mengunjungi Desa Patahuwe, Senin siang. Dalam kunjungan tersebut, Lewerissa didampingi Bupati SBB Asri Arman, Wakil Bupati Selfinus Kainama, Sekda SBB, serta jajaran Forkopimda, Senin (14/9) lalu.
Lewerissa bersama rombongan turun langsung melihat kondisi bangunan warga yang rusak dan terbakar akibat konflik antarwarga beberapa hari lalu.
Menurut Lewerissa, Pemerintah Kabupaten SBB dengan dukungan Pemerintah Provinsi Maluku akan membangun kembali rumah-rumah warga yang terdampak.
“Bagi kami pemerintah, sebuah bangunan dibangun lebih mudah dan gampang saja. Tetapi yang susah bagi kami yaitu membangun hubungan persaudaraan, hubungan sosial, Pela Gandong,” kata Lewerissa.
Ia menyebut hubungan persaudaraan, hubungan sosial, dan Pela Gandong merupakan modal yang sangat penting bagi masyarakat Maluku untuk kembali bersatu setelah konflik.
Lewerissa juga meminta warga Desa Lisabata dan Patahuwe tidak mudah terprovokasi maupun terhasut oleh informasi yang dapat memperkeruh keadaan.
Dia meminta masyarakat mempercayakan proses penyelesaian masalah kepada aparat penegak hukum untuk mengambil langkah-langkah sesuai ketentuan.
“Kami berharap basudara-basudara kita yang ada di kamp pengungsian tidak lama di sana. Mereka akan kembali ke kampung halaman mereka di Desa Patahuwe dan beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Lewerissa mengakui kondisi pemerintah saat ini tidak mudah. Pemerintah kabupaten, kota, provinsi hingga pemerintah secara nasional sedang berada dalam kondisi efisiensi anggaran.
Namun, menurutnya, pemimpin yang bertanggung jawab harus tetap mencari solusi untuk meringankan beban masyarakat.
“Kami pemerintah, provinsi, kabupaten, sampai Forkopimda sangat bertanggung jawab dan tidak membiarkan rakyat kita menderita,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Lewerissa bersama Bupati SBB dan rombongan juga melanjutkan kunjungan ke Desa Lisabata.
Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten SBB berharap pembangunan kembali rumah warga dapat menjadi bagian dari proses pemulihan, sehingga masyarakat terdampak dapat segera kembali ke rumah dan menjalankan aktivitas seperti biasa. (Acim)















