Gudang penyimpanan Toko Ramawulan di Jalan Pantai Mardika, Kota Ambon, Maluku, terbakar pada Sabtu (12/9) pagi. Kebakaran diduga dipicu Baygon bakar yang mengenai tumpukan rak telur di dalam gudang.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 WIT. Informasi awal mengenai kejadian disampaikan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berada di sekitar lokasi.
Mendapat laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 08.53 WIT.
Respons petugas Damkar tercatat sekitar delapan menit sejak laporan diterima.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Mako Damkar Kota Ambon dikerahkan untuk melakukan penanganan. Proses pemadaman melibatkan sekitar 20 personel, termasuk personel dari peleton bantuan dan Peleton C.
Objek yang terbakar merupakan gudang penyimpanan milik Toko Ramawulan. Pemilik toko diketahui bernama Maya Renel, berusia 27 tahun, yang beralamat di Jalan Pantai Mardika, Kota Ambon.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo J. Hehamahua, mengatakan penyebab kebakaran masih mengacu pada informasi awal yang diterima petugas di lapangan.
“Sesuai informasi yang diterima, Baygon bakar yang terkena pada tumpukan rak telur,” kata Alfredo.
Informasi tersebut menjadi keterangan awal terkait munculnya api di area gudang penyimpanan. Petugas kemudian melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin membesar dan merambat ke bagian bangunan maupun objek lain di sekitar lokasi.
Petugas Damkar terus melakukan penanganan hingga api berhasil dikendalikan. Setelah dilakukan pemadaman dan pemeriksaan di sekitar lokasi, kondisi akhirnya dinyatakan aman pada pukul 09.25 WIT.
Seluruh personel kemudian memastikan tidak terdapat lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Setelah kondisi dinyatakan aman, armada dan personel Damkar meninggalkan lokasi untuk kembali menjalankan tugas.
Personel selanjutnya kembali ke pos masing-masing untuk melaksanakan piket kesiapsiagaan.
Alfredo mengatakan, hingga penanganan selesai dilakukan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak Damkar masih menunggu pendataan lebih lanjut untuk mengetahui nilai kerugian maupun tingkat kerusakan pada gudang penyimpanan Toko Ramawulan.
“Terkait kerugian belum ditaksir,” ujar Alfredo.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai sumber api, terutama di kawasan pertokoan dan tempat penyimpanan barang. (Erhan)















