Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Puluhan hektare lahan kayu putih milik warga di Desa Waisala, Kecamatan Huamual Belakang, ludes dilalap api.
Kebakaran terjadi sejak Minggu (16/8) sore dan terus meluas hingga Senin (17/8). Kobaran api membakar lahan kayu putih yang siap panen milik warga Dusun Masika Jaya dan Tirta Mandiri.
Kuatnya tiupan angin membuat api semakin cepat merembet. Warga yang berusaha melakukan pemadaman pun kewalahan karena luasnya area yang terbakar.
Dalam kondisi keterbatasan peralatan, warga hanya menggunakan ranting kayu dan alat semprot tanaman untuk menghalau kobaran api.
Salah satu warga, Abdul, mengatakan hingga Senin, belum ada bantuan mobil pemadam kebakaran (damkar) di lokasi.
“Dari enam sore kemarin sampai sekarang, belum ada damkar. Dari masyarakat sendiri saja yang padamkan api,” kata Abdul.
Warga lainnya, Abdul Samal, menuturkan api pertama kali terlihat dari arah pegunungan. Namun, warga belum dapat melakukan pemadaman secara maksimal karena saat itu sedang mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Dari jam delapan tadi, terbakar mulai dari arah sana (pegunungan). Orang belum padamkan karena masih upacara 17. Setelah upacara baru orang-orang datang ke mari,” ujarnya.
Menurut Abdul Samal, saat warga tiba di lokasi, kobaran api sudah semakin besar sehingga sulit untuk dikendalikan.
“Api sudah besar, tidak mampu lagi. Sekarang kami jaga-jaga di jalan saja, jangan sampai menyeberang. Kalau bisa damkar bisa membantu,” katanya.
Akibat kebakaran tersebut, puluhan hektare lahan kayu putih milik warga ludes terbakar. Para petani diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Kebakaran juga menghasilkan kepulan asap tebal yang sempat mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas di sekitar lokasi.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, kondisi kemarau panjang yang membuat vegetasi mengering diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan lahan mudah terbakar dan api cepat merembet.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan membantu proses pemadaman, terutama dengan mengerahkan mobil damkar, agar api tidak semakin meluas dan mengancam lahan maupun permukiman warga. (Acim)















