Tiga titik kebakaran sampah terjadi di wilayah Kota Ambon, Maluku, pada Sabtu (15/8). Ketiga kejadian tersebut berlangsung di lokasi berbeda, yakni Mangga Dua, Bere-Bere, dan Kudamati.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon bergerak cepat menangani seluruh kejadian tersebut untuk mencegah api meluas dan membahayakan permukiman warga.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, mengatakan tiga titik kebakaran sampah tersebut berhasil ditangani oleh personelnya.
Menurut Alfredo, kejadian pertama berlangsung di Mangga Dua sekitar pukul 08.25 WIT. Setelah menerima laporan, petugas Damkar langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIT.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan 10 personel dari Mako. Api berhasil dikendalikan dan situasi dinyatakan aman pada pukul 08.45 WIT.
Beberapa jam kemudian, kebakaran sampah kembali terjadi di Bere-Bere, RT 003/RW 005, sekitar pukul 11.00 WIT.
Alfredo menjelaskan, kebakaran di lokasi tersebut mendapat perhatian khusus karena api dikhawatirkan merambat ke rumah warga.
Petugas kemudian mengerahkan satu unit mobil Rescue dan delapan personel dari Pos Mako. Penanganan dilakukan hingga situasi dinyatakan aman pada pukul 11.20 WIT.
Sementara itu, titik kebakaran ketiga terjadi di Kudamati, tepatnya di depan Lorong Rumah Tingkat, sekitar pukul 14.11 WIT.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Kota Ambon mengerahkan dua unit mobil pemadam dan 21 personel. Petugas tiba sekitar pukul 14.20 WIT dan langsung melakukan pemadaman.
Situasi di lokasi kemudian dinyatakan aman pada pukul 14.30 WIT.
Alfredo mengatakan, dari tiga kejadian tersebut, kebakaran di Mangga Dua dan Kudamati diketahui dipicu pembakaran sampah. Sementara pada kejadian di Bere-Bere, petugas bergerak cepat karena api dikhawatirkan menjalar ke rumah warga di sekitar lokasi.
“Secara keseluruhan, tiga titik kebakaran berhasil kami tangani. Personel langsung dikerahkan ke setiap lokasi setelah menerima laporan, sehingga api dapat dikendalikan dan tidak meluas,” kata Alfredo.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran sampah. Api sebaiknya tidak ditinggalkan begitu saja karena dapat dengan cepat merambat, terutama ketika berada dekat dengan permukiman atau material yang mudah terbakar.
Dalam penanganan tiga kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon mengerahkan total 5 unit kendaraan dan 39 personel.
Setelah situasi di masing-masing lokasi dinyatakan aman, seluruh personel kemudian kembali ke Mako dan pos masing-masing.
Alfredo juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kebakaran, sehingga petugas dapat bergerak cepat sebelum api membesar dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. (Wan)















