Sebuah gudang material milik PT Telkom yang berada di Kota Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, dilalap api pada Rabu (29/7) siang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.07 WIT dan menghanguskan satu bangunan gudang berukuran sekitar 6 x 10 meter yang memiliki tiga bilik ruangan.
Kapolsek Namlea, IPTU Charles Langitan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan serta membantu proses penanganan.
“Setelah menerima informasi dari masyarakat, personel Polsek Namlea langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan kebakaran. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” kata Langitan.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui saat seorang pegawai Telkom, Rahim Selayar (30), kembali ke kantor usai makan siang di rumahnya di kawasan Jalan Baru.
Sesampainya di kompleks Telkom, Rahim sempat duduk bersama rekan-rekannya di area asrama sebelum menuju gudang material. Ketika hendak membuka pintu gudang, ia melihat gumpalan asap tebal telah memenuhi bagian dalam bangunan.
Melihat kondisi tersebut, Rahim langsung berteriak meminta pertolongan kepada rekan-rekannya yang berada di kompleks perumahan dinas PT Telkom.
Sementara itu, petugas keamanan PT Telkom, Arman Fakaubun (50), mengaku sempat melihat percikan api dari dalam gedung material ketika sedang berjaga di pos keamanan.
“Tidak lama kemudian saya melihat asap semakin tebal dan kobaran api muncul dari dalam gudang,” ujar Arman sebagaimana keterangan yang dihimpun polisi.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.25 WIT setelah satu unit mobil pemadam kebakaran bersama satu unit mobil pengangkut air milik warga diterjunkan ke lokasi.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Selain itu, kebakaran juga tidak mengganggu layanan maupun jaringan telekomunikasi PT Telkom di wilayah Kabupaten Buru.
“Meski gudang material terbakar, berdasarkan keterangan pihak Telkom, layanan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Buru tetap beroperasi normal dan tidak terdampak oleh kejadian ini,” ujar Langitan.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (Tim)















