Memasuki hari kedua rangkaian peninjauan kesiapan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku meninjau langsung Site Shelter INPEX di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (15/7).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan teknis, infrastruktur, hingga sistem pengamanan telah siap menjelang pelaksanaan groundbreaking proyek energi nasional yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Blok Masela sendiri merupakan salah satu proyek migas terbesar di Indonesia yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, khususnya di Provinsi Maluku.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto, Kajati Maluku Rudy Irmawan, Dankodaeral IX/Ambon Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, Pangkoopsud III Marsda TNI Dr. Azhar Aditama, Danguspurla Koarmada III Laksma TNI Andri Kristianto, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, jajaran Forkopimda, perwakilan SKK Migas, serta manajemen INPEX Masela Ltd.
Rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap kawasan Site Shelter INPEX yang akan menjadi salah satu fasilitas pendukung utama dalam pelaksanaan proyek Blok Masela. Selain melihat kesiapan fisik lokasi, rombongan juga mengevaluasi akses menuju lokasi, kesiapan infrastruktur, koordinasi lintas instansi, hingga skema pengamanan terpadu yang akan diterapkan saat pelaksanaan groundbreaking.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menegaskan, Polda Maluku berkomitmen memberikan jaminan keamanan terhadap seluruh tahapan pembangunan Proyek Strategis Nasional Blok Masela.
“Hari kedua peninjauan ini kami fokuskan pada kesiapan Site Shelter INPEX di Desa Lermatang sebagai bagian penting dari ekosistem Proyek Strategis Nasional Blok Masela. Kami ingin memastikan seluruh aspek pengamanan, koordinasi lintas instansi, serta kesiapan personel dan sarana pendukung telah dipersiapkan secara maksimal sehingga pelaksanaan groundbreaking dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Dadang.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan proyek strategis nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Polda Maluku siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mengawal investasi strategis nasional. Stabilitas keamanan menjadi fondasi utama agar proyek sebesar Blok Masela dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ketahanan energi nasional,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan peninjauan lapangan dilakukan secara bertahap sebagai langkah mitigasi risiko sebelum pelaksanaan groundbreaking.
“Polda Maluku bersama Forkopimda terus melakukan pengecekan langsung terhadap titik-titik strategis yang berkaitan dengan pelaksanaan groundbreaking PSN Blok Masela. Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh aspek pengamanan, akses mobilitas, dukungan personel, hingga kesiapan koordinasi antarinstansi berjalan optimal. Hal ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan kepastian keamanan bagi investasi strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah,” ujar Rositah.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, SKK Migas, dan INPEX Masela Ltd. menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif selama proses pembangunan berlangsung.
Peninjauan di Site Shelter INPEX Desa Lermatang berlangsung hingga pukul 14.30 WIT dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengecekan akhir menjelang groundbreaking PSN Blok Masela yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Pemerintah berharap proyek Blok Masela tidak hanya menjadi tonggak penting bagi pengembangan sektor energi nasional, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Maluku dan kawasan timur Indonesia. (Tim), Rabu















