Kebakaran hebat kembali melanda kawasan Pasar Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Minggu (28/6) sekitar pukul 17.30 WIT.
Peristiwa ini menghanguskan sedikitnya 16 kios, tujuh rumah warga, satu warung, serta satu unit sepeda motor. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah dan masih dalam proses pendataan.
Kapolsek Piru, AKP Hamsir Buton, mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kebakaran yang terjadi di kawasan pasar.
“Begitu menerima laporan, personel Polsek Piru langsung menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi, melakukan pengamanan, serta bersama warga berupaya memadamkan api sambil menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran,” kata AKP Hamsir Buton.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api muncul sekitar pukul 17.30 WIT. Kencangnya tiupan angin membuat api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain yang sebagian besar merupakan kios semi permanen berbahan kayu dan beratapkan seng. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan sempat membuat warga panik.
Sekitar pukul 17.50 WIT, personel Polsek Piru yang dipimpin langsung Kapolsek tiba di lokasi kejadian. Selanjutnya, pukul 18.00 WIT, personel Satreskrim Polres Seram Bagian Barat yang dipimpin Kasat Reskrim IPTU Boyke Nanulaitta, SH turut datang melakukan pengamanan dan membantu penanganan di lokasi.
Mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat tiba sekitar pukul 18.10 WIT dan langsung melakukan pemadaman bersama warga. Setelah hampir dua jam berjibaku melawan kobaran api, petugas akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api sekitar pukul 19.25 WIT.
Pada malam harinya, sekitar pukul 22.30 WIT, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Seram Bagian Barat memasang garis polisi (police line) di lokasi kebakaran untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut.
Salah seorang korban, Aisyah, mengaku menjadi orang pertama yang mengetahui adanya kebakaran. Saat itu dirinya mencium bau asap dari dalam rumah sebelum keluar untuk memastikan sumbernya.
“Saya keluar rumah setelah mencium bau asap. Ternyata api sudah terlihat dari rumah tetangga saya, Pak Ode Umar Tomia. Saya langsung berteriak meminta tolong. Warga berdatangan membantu memadamkan api, tetapi api sangat cepat membesar hingga menjalar ke kios-kios dan rumah di sekitarnya,” ungkap Aisyah.
Data sementara mencatat sebanyak 16 kios dengan berbagai jenis usaha hangus terbakar, di antaranya kios pakaian, pakaian cakar bongkar (cakbor), pecah belah, perhiasan emas, sandal, kosmetik, aksesoris, hingga mainan anak. Selain itu, tujuh rumah warga, satu warung, serta satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter juga ikut terbakar.
Polisi bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap total kerugian yang dialami para korban. Sementara itu, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Identifikasi Polres Seram Bagian Barat.
“Penyebab kebakaran masih didalami. Kami sudah memasang garis polisi di lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan selesai,” tegas AKP Hamsir Buton.
Peristiwa ini menjadi kebakaran besar kedua yang terjadi di kawasan Pasar Piru dalam waktu kurang dari tiga bulan. Warga berharap penyebab kebakaran dapat segera diungkap sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. (Acim)















