Operasi pencarian terhadap delapan korban hilang akibat tenggelamnya speedboat di sekitar Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku, masih terus dilakukan Tim SAR Gabungan pada Selasa (16/6).
Memasuki hari kelima operasi, tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Saumlaki, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Maluku, serta unsur terkait lainnya, memperluas area pencarian hingga perairan sekitar Pulau Babar dan Pulau Tepa. Namun hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhammad Arafah, mengatakan pencarian terus dilakukan secara maksimal meskipun dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan, terutama kondisi cuaca dan keterbatasan akses komunikasi di wilayah operasi.
“Memasuki hari kelima operasi SAR, seluruh unsur gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap delapan korban yang belum ditemukan. Area pencarian telah diperluas dengan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban. Kendala cuaca dan komunikasi memang menjadi tantangan, namun kami tetap mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di lapangan,” kata Muhammad Arafah.
Menurut Arafah, Tim SAR Gabungan menggunakan Kapal Patroli KP XVI-2006 milik Dit Polairud Polda Maluku untuk melakukan penyisiran di wilayah perairan yang cukup luas.
Tim bertolak dari Desa Namtabung, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar menuju Pulau Tepa dengan jarak tempuh sekitar 89 nautical mile. Setelah beberapa jam pelayaran, sekitar pukul 13.33 WIT, Tim SAR Gabungan melaporkan telah tiba di posisi timur Pulau Babar dan langsung melaksanakan operasi pencarian.
Penyisiran kemudian dilakukan hingga wilayah utara Pulau Babar, melewati sejumlah kawasan pesisir dan perairan di sekitar Desa Jatoke, Litoboen, serta Desa Watrupun yang diperkirakan berada dalam lintasan hanyut korban.
Selanjutnya pada pukul 15.01 WIT, tim yang dipimpin Koordinator Pos SAR Saumlaki tiba di Pelabuhan Babar untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat dan unsur SAR lainnya terkait strategi pencarian lanjutan.
Sekitar pukul 17.00 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di Desa Tepa dan bermalam untuk melanjutkan operasi pada hari berikutnya.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat untuk mendukung proses pencarian. Harapan kami para korban dapat segera ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian,” ujar Arafah.
Tenggelam Saat Cuaca Buruk
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (11/6/2026) ketika sebuah speedboat yang mengangkut 10 orang bertolak dari Desa Sinairusi menuju Pulau Tepa.
Dalam perjalanan, speedboat diduga diterjang cuaca buruk dan gelombang tinggi saat melintas di sekitar Perairan Pulau Dai hingga akhirnya tenggelam.
Dari 10 penumpang yang berada di atas kapal, dua orang berhasil selamat, sementara delapan lainnya hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.
Basarnas Ambon segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya, aparat keamanan, pemerintah desa, dan unsur potensi SAR lainnya untuk melaksanakan operasi pencarian.
Daftar Korban Selamat
1. Yakop Anamofa (22)
2. Ignasius Matrunkoly (42)
Daftar Korban Dalam Pencarian
1. Anton Menahem (40)
2. Asael Daniel (72)
3. Yomima Waliana (36)
4. Regina Unwakolu (33)
5.Enderfina Siaran (62)
6. Wulan Kelmury (35)
7. Yoksan Unawekla (9)
8. Marcelo Unawekla (4)
Operasi pencarian melibatkan Kantor SAR Ambon, Pos SAR Saumlaki, Dit Polairud Polda Maluku, BPBD Kabupaten Maluku Barat Daya, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Kecamatan Babar Barat, Syahbandar Tepa, Dinas Kesehatan Tepa, Pemerintah Desa Sinairusi, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Adapun sarana yang digunakan dalam operasi ini antara lain Kapal Patroli KP XVI-2006 milik Dit Polairud Polda Maluku dan sejumlah speedboat milik masyarakat.
Berdasarkan laporan lapangan, kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau cerah. Namun angin bertiup dari arah tenggara hingga timur dengan kecepatan mencapai 32 knot dan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter, yang masih menjadi tantangan bagi tim pencari dalam menyisir area perairan yang luas. (Tiar)















