Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Pantai Selatan Maluku Barat Daya, Maluku, Minggu (7/6) pagi.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 09.53 WIB dengan episenter berada di laut pada koordinat 7,60 Lintang Selatan dan 128,46 Bujur Timur, atau sekitar 96 kilometer timur laut Maluku Barat Daya, Maluku. Gempa terjadi pada kedalaman 138 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa menengah yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Banda.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Banda,” ujar Wijayanto dalam rilis resminya, Minggu (7/6).
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault.
BMKG mencatat guncangan gempa dirasakan di wilayah Maluku Barat Daya dengan intensitas II MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh sebagian orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto.
BMKG juga melaporkan hingga pukul 10.10 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG meminta masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. (Wan)















