Penyebab kebakaran hebat yang menghanguskan gudang penyimpanan besi tua di kawasan THR 2, Jalan Arbes, Ahuru, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, terungkap.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, mengatakan kebakaran yang terjadi pada Sabtu (6/6) sore itu, diduga dipicu oleh anak pemilik gudang yang bermain korek api saat para pekerja sedang melaksanakan salat Ashar.
“Penyebab kebakaran diduga berasal dari anak pemilik yang bermain korek saat para pekerja sedang melaksanakan ibadah Ashar,” kata Alfredo, Minggu (7/6).
Alfredo menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 16.25 WIT. Enam menit kemudian, tim pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam karena besarnya kobaran api dan banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Kebakaran baru berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman pada pukul 22.45 WIT.
Dalam penanganan kejadian itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon mengerahkan lima unit mobil pemadam dengan total 31 personel.
Tiga unit mobil pemadam beserta 15 personel diterjunkan dari Pos Mako, satu unit dengan delapan personel dari Pos Passo, serta satu unit dengan delapan personel dari Pos Hative. Operasi pemadaman dipimpin Platon B dan dibantu personel dari Platon A dan Platon C.
Akibat kebakaran tersebut, gudang besi tua milik warga bernama Anton mengalami kerusakan berat. Sejumlah barang dan uang tunai yang berada di dalam bangunan ikut terbakar.
“Kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta hingga Rp70 juta,” ujar Alfredo.
Sebelumnya, salah seorang pekerja gudang bernama Arif mengaku saat kebakaran terjadi dirinya bersama pekerja lain sedang beristirahat dan melaksanakan salat Ashar di mushala sekitar lokasi.
Menurut Arif, api pertama kali terlihat muncul dari bagian tengah gudang sebelum akhirnya membesar dan memicu kepanikan.
“Sekitar setengah empat sore, api muncul dari bagian tengah gudang. Di sini tempat penyimpanan besi tua, biasanya juga dipakai untuk pekerjaan las besi,” ujarnya.
Selama kebakaran berlangsung, sejumlah ledakan juga terdengar dari dalam gudang. Ledakan diduga berasal dari tabung gas yang tersimpan di lokasi.
Meski seluruh bangunan gudang ludes terbakar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Kobaran api juga sempat mengancam Mushala Al Hadit yang berada tepat di samping lokasi kejadian. Namun bangunan rumah ibadah itu berhasil diselamatkan setelah petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan penyekatan dan pendinginan di area sekitar. (Erhan)















