Bentrok antara warga kembali terjadi di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Sabtu (6/6) dini hari.
Insiden yang melibatkan warga Dusun Katapang dan Dusun Olas itu mengakibatkan sejumlah warga terluka serta memicu ketegangan di perbatasan kedua dusun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, bentrokan dipicu setelah terjadi kasus pembacokan terhadap dua warga yang baru saja kembali dari proses penyelesaian persoalan dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan warga Dusun Katapang.
Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan warga sempat terkonsentrasi di wilayah perbatasan kedua dusun. Situasi semakin memanas hingga kenderaan berupa satu unit mobil dan motor polisi dibakar massa yang bertikai.
Puluhan personel TNI dan Polri yang berada di lokasi langsung melakukan langkah pengamanan dengan membubarkan massa serta menghalau warga agar tidak terjadi bentrokan yang lebih luas.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, sebelumnya pada Jumat (5/6) sekitar pukul 22.30 WIT telah dilakukan mediasi di rumah Sekretaris Dusun Olas terkait dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan, warga Dusun Katapang.
Kasus tersebut bermula pada 31 Mei 2026 ketika korban bersama suaminya, sedang berboncengan sepeda motor menuju Dusun Katapang.
Saat melintas di ujung jalan Dusun Olas, seorang pria tak dikenal diduga melakukan tindakan pelecehan dengan meremas bagian tubuh korban hingga menyebabkan pasangan tersebut terjatuh dari sepeda motor.
Proses mediasi antara kedua pihak berlangsung hingga pukul 23.40 WIT dan berakhir dengan situasi kondusif. Namun saat rombongan warga Katapang meninggalkan Dusun Olas untuk kembali ke kampung mereka, dua warga dilaporkan menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal.
Korban yang mengalami luka yakni Yasril Awad (31), warga Dusun Katapang, yang mengalami luka sayatan pada bagian pundak kanan. Sementara Hairudin Ulatte (44), warga Dusun Olas, mengalami luka sayatan pada lengan tangan kanan.
Peristiwa itu langsung memicu kemarahan warga. Sekitar pukul 00.40 WIT, aparat keamanan yang baru saja menyelesaikan pengamanan mediasi bergerak ke lokasi perbatasan setelah mendapat informasi adanya konsentrasi massa dan potensi penyerangan.
Berkat pengamanan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri, situasi berhasil dikendalikan dan arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 01.55 WIT.
Meski demikian, ketegangan masih terasa. Warga Dusun Katapang mendesak pihak kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku pembacokan maupun pelaku dugaan pelecehan yang menjadi pemicu rangkaian peristiwa tersebut.
Hingga Sabtu siang, aparat keamanan masih disiagakan di wilayah perbatasan kedua dusun guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.
Pihak kepolisian diharapkan segera mengusut tuntas kasus pembacokan dan dugaan pelecehan tersebut agar situasi keamanan di Kecamatan Huamual tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. (Tim)
















