Nelayan asal Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, bernama La Sandi (37), akhirnya berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan setelah beberapa hari dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan setempat.
Korban ditemukan dalam kondisi selamat namun lemas pada Kamis (28/5) sekitar pukul 11.15 WIT di sekitar perairan Seram Bagian Barat. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju Desa Kawa untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Suasana haru menyelimuti kedatangan korban di kampung halamannya. Keluarga dan warga Desa Kawa yang sejak beberapa hari terakhir cemas menanti kabar keberadaan La Sandi tampak tak kuasa menahan air mata saat korban tiba di desa dalam kondisi selamat.
Dantim OPS SAR SBB, Renhard Lopies, dalam keterangannya menjelaskan pencarian terhadap korban memasuki hari kedua dengan melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan. Tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran di beberapa titik koordinat yang sebelumnya telah dipetakan.
“Pada hari kedua pencarian, kami membagi tiga SRU dan bergerak melakukan pencarian pada beberapa titik koordinat yang sudah ditentukan. Pencarian terus dilakukan hingga pukul 11.15 WIT korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan dievakuasi menuju Desa Kawa,” ujar Renhard.
Ia menjelaskan, korban ditemukan sekitar 11,26 nautical mile dari Desa Kawa setelah hanyut selama beberapa hari di laut akibat kerusakan pada mesin motor tempel yang digunakannya saat melaut.
Sebelumnya, La Sandi diketahui pergi melaut seorang diri sejak Senin (25/5) sekitar pukul 10.00 WIT di sekitar Perairan Desa Kawa. Namun hingga dua hari kemudian korban tak kunjung kembali ke rumah sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ambon pada Rabu (27/5).
Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung bergerak melakukan operasi pencarian hari pertama. Namun upaya pencarian yang dilakukan saat itu belum membuahkan hasil.
Korban baru berhasil ditemukan pada hari kedua operasi SAR dalam keadaan selamat meski kondisinya lemas akibat berhari-hari terombang-ambing di tengah laut.
Operasi SAR tersebut melibatkan sejumlah unsur di antaranya Basarnas Ambon, Polairud Polda Maluku, Babinsa, kelompok nelayan Seram Bagian Barat, masyarakat setempat, serta keluarga korban.
Sementara itu, alat utama SAR yang digunakan dalam proses pencarian meliputi Rescue Car, Rubber Boat, dan Longboat.
Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan ringan dengan arah angin dari utara hingga barat berkecepatan 11 knots dan tinggi gelombang mencapai 0,5 meter.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas kerja sama selama proses pencarian berlangsung. (Acim)















