Seorang nelayan asal Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, bernama La Sandi (45), dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Laut Seram sejak Senin (25/5).
Korban diketahui berangkat melaut menggunakan speedboat fiber dari pesisir Desa Kawa menuju wilayah penangkapan ikan di kawasan rumpon laut dalam WPP 715, yang berada di Perairan Laut Seram Barat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, La Sandi pergi mencari ikan tuna, cakalang, dan komu. Namun hingga Rabu (27/5) malam, korban belum juga kembali ke rumah sehingga membuat keluarga dan warga sekitar khawatir.
Kabar hilangnya nelayan tersebut kemudian cepat menyebar di tengah masyarakat. Warga dan kelompok nelayan Desa Kawa pun langsung bergerak melakukan pencarian secara mandiri dengan semangat gotong royong.
Sedikitnya lima unit bodi fiberglass dikerahkan menuju lokasi rumpon laut dalam yang biasa menjadi area penangkapan ikan para nelayan setempat. Mereka menyisir sejumlah titik di Perairan Seram Barat untuk mencari keberadaan korban.
Hingga kini, upaya pencarian masih terus dilakukan dan La Sandi belum ditemukan.
Informasi hilangnya nelayan tersebut juga telah diteruskan kepada pihak terkait, termasuk Tim SAR dan Basarnas Ambon agar proses pencarian dapat diperluas.
Humas Basarnas Ambon saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Sudah ditindaklanjuti,” ujar pihak Humas Basarnas Ambon kepada Netmaluku.com, Rabu malam.
Belum diketahui pasti penyebab hilangnya korban. Namun kondisi cuaca dan gelombang di perairan Laut Seram dalam beberapa hari terakhir disebut cukup berubah-ubah sehingga para nelayan diminta tetap waspada saat melaut.
Keluarga korban berharap La Sandi dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara warga Desa Kawa terus memantau perkembangan proses pencarian yang dilakukan oleh nelayan bersama tim terkait. (Acim)















