Polres Seram Bagian Barat (SBB), Polda Maluku, menyiagakan empat armada multifungsi untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Empat armada tersebut merupakan kendaraan dinas double cabin Isuzu D-Max milik Polres SBB. Kendaraan itu telah dilengkapi sejumlah peralatan yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan awal kebakaran maupun distribusi air bersih kepada warga terdampak.
Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca kering yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla dan berdampak terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata ketika masyarakat menghadapi kesulitan,” kata Refindo, Minggu (25/10).
“Karena itu, kami menyiapkan empat armada multifungsi yang dapat mendukung penanganan awal karhutla sekaligus membantu distribusi air bersih sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” lanjutnya.
Empat Armada Dibagi Berdasarkan Wilayah
Untuk mempercepat pelayanan, empat kendaraan tersebut dibagi ke sejumlah wilayah di Kabupaten SBB.
Satu unit disiapkan untuk melayani wilayah Taniwel dan Taniwel Timur. Satu unit lainnya ditempatkan untuk wilayah Kairatu Raya yang meliputi Kairatu, Kairatu Timur, dan Waesala.
Sementara dua armada lainnya disiapkan untuk mendukung wilayah Piru hingga Kawa.
Pembagian tersebut dilakukan agar kendaraan dan personel lebih dekat dengan wilayah yang membutuhkan bantuan. Dengan demikian, respons terhadap laporan kebakaran maupun kebutuhan air bersih diharapkan dapat dilakukan lebih cepat.
Setiap armada dilengkapi mesin, selang penyedot air, selang penyemprot, serta nosel yang dapat digunakan dalam penanganan awal kebakaran.
Peralatan yang sama juga dapat mendukung penyaluran air bersih dengan menyesuaikan kondisi sumber air, akses jalan, dan lokasi warga yang membutuhkan.
Warga Diminta Waspadai Karhutla
Polres SBB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar secara sembarangan.
Warga juga diminta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Menurut Refindo, kesiapsiagaan harus dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi keadaan darurat. Karena itu, koordinasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mengantisipasi karhutla maupun dampak kekeringan.
“Deteksi dan laporan awal dari masyarakat sangat penting agar potensi kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas,” ujarnya.
Selain karhutla, Polres SBB juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih.
Warga dapat menyampaikan informasi mengenai lokasi, kondisi yang dihadapi, serta akses menuju titik sasaran agar proses koordinasi dan penentuan kebutuhan bantuan dapat dilakukan secara efektif.
Polres SBB berharap kesiapan empat armada tersebut dapat memperkuat respons kepolisian terhadap karhutla sekaligus membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, dengan mendorong kehadiran polisi tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat. (Acim)















