Shalat Istisqa digelar Pemerintah Kabupaten Buru bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), di Masjid Agung Al-Buruuj, Namlea, Senin (21/9).
Pelaksanaan Shalat Istisqa ini dilakukan di tengah kondisi kekeringan yang melanda Kabupaten Buru. Ibadah tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi.
Bupati Buru Ikram Umasugi yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya doa dan ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Menurut Ikram, manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai kondisi alam. Karena itu, doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan, disertai introspeksi diri dan memperbanyak istighfar.
“Melalui Shalat Istisqa ini, mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan di Kabupaten Buru. Kita berharap hujan yang turun nantinya membawa keberkahan, manfaat dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujar Ikram.
Ikram juga menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen daerah dalam menghadapi dampak kekeringan. Pemerintah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Karena itu, kepedulian, gotong royong dan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan perlu terus diperkuat,” katanya.
Ia meminta jajaran ASN terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, pengabdian aparatur pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan administrasi dan pemerintahan, tetapi juga dengan hadir ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit.
Kekeringan, lanjut Ikram, bukan hanya berdampak terhadap ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpengaruh terhadap pertanian, peternakan, kesehatan dan aktivitas masyarakat lainnya.
Karena itu, selain berdoa agar hujan segera turun, masyarakat diharapkan menjaga sumber air yang masih tersedia, menggunakan air secara bijaksana, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Shalat Istisqa tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Azis Tomia, jajaran Pemerintah Kabupaten Buru dan seluruh ASN.
Dari jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, hadir Kepala Kantor Kemenag Buru H. La Fata, Kepala Subbagian Tata Usaha Abdul Hasan Karepesina, para kepala seksi, kepala penyelenggara, ASN, serta Penyuluh Agama Islam.
Penghulu KUA Kecamatan Namlea Afif Arwani bertindak sebagai imam, sedangkan Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru Abdul Latif Wabula bertindak sebagai khatib.
Dalam khutbahnya, Abdul Latif mengajak jamaah menjadikan kekeringan sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak doa dan istighfar, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Shalat Istisqa merupakan ikhtiar kita sebagai hamba untuk memohon kepada Allah SWT. Di tengah kekeringan yang kita rasakan, mari memperbanyak doa, istighfar, introspeksi diri dan memperkuat kepedulian terhadap sesama,” ujar Abdul Latif.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru H. La Fata berharap doa dan ikhtiar bersama tersebut menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT bagi masyarakat Kabupaten Buru.
“Semoga doa dan ikhtiar kita hari ini menjadi sebab turunnya rahmat Allah SWT bagi Kabupaten Buru. Kita berharap hujan segera turun dengan membawa keberkahan, kesejukan dan manfaat bagi seluruh masyarakat,” kata La Fata. (Tim)















