Bentrok warga yang melibatkan masyarakat Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, menyebabkan 27 rumah warga dan satu unit sepeda motor terbakar.
Dalam insiden yang terjadi pada Jumat (11/9) itu, empat warga dari salah satu desa yang bertikai juga dilaporkan mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin.
Berdasarkan laporan awal kepolisian, peristiwa tersebut bermula dari kebakaran lahan. Situasi kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman dan ketegangan antarwarga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe hingga berujung pada bentrokan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., dan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., yang turun langsung ke Taniwel untuk meredam situasi.
Dalam pertemuan bersama pemerintah daerah serta pimpinan kedua desa di Kantor Camat Taniwel, Kapolda meminta masing-masing raja membantu menenangkan masyarakat dan bekerja sama menjaga keamanan.
“Yang terpenting adalah masing-masing raja dapat menenangkan situasi di desa masing-masing dan bekerja bersama-sama,” kata Dadang.
Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun pihak-pihak yang berpotensi memperkeruh keadaan.
“Kita harus benar-benar meyakinkan saudara-saudara kita agar menyampaikan dengan benar kepada masyarakat dan selalu berhati-hati adanya provokasi karena ada oknum-oknum yang tidak menginginkan wilayah kita aman,” ujarnya.
Menurut Dadang, selain menjaga situasi keamanan, pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak juga harus menjadi perhatian bersama.
Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk memenuhi kebutuhan warga yang rumahnya terbakar maupun terdampak bentrokan.
“Saya minta secepatnya menyampaikan kepada masyarakat dan Bapak Wakil Bupati agar dapat menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan,” kata Dadang.
Dalam pertemuan tersebut, Pangdam XV/Pattimura juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang rumahnya terdampak.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan aparat TNI-Polri bersama pemerintah daerah terus melakukan langkah penanganan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Keamanan dan persaudaraan masyarakat adalah yang utama. Polri bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman dan setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cara yang baik,” ujar Rositah.
Polda Maluku juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, khususnya melalui media sosial. Masyarakat diminta menyerahkan proses penanganan dan penyelidikan kepada aparat yang berwenang.
Setelah dilakukan koordinasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat, situasi di wilayah Taniwel dilaporkan aman dan kondusif. (Tim)















