Warga Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjebak kobaran api saat membakar rumput untuk membersihkan lahan kebunnya.
Korban diketahui bernama Semi Latuhamalo, warga Kompleks Air Salobar, Desa Piru. Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan Hutan Pasaulung, Desa Piru, pada Selasa (25/8) sore.
Korban diduga hendak membersihkan areal kebunnya dengan cara membakar rumput dan semak-semak. Namun, saat proses pembakaran berlangsung, kondisi berubah menjadi petaka.
Kapolsek Piru AKP Hamsir Buton mengatakan, korban diduga mengalami sesak napas setelah menghirup asap tebal dari pembakaran. Kondisi tersebut membuat korban tidak sadarkan diri dan tidak mampu menyelamatkan diri ketika kobaran api semakin membesar.
“Akibat meninggalnya Bapak Semi Latuhamalo, dikarenakan almarhum membakar rumput pada areal kebun milik korban, sehingga korban diliputi oleh kobaran api yang besar dan asap yang tebal. Korban tidak dapat menghindar dan terbakar dalam kebun atau ladang milik korban,” ujar Hamsir saat dikonfirmasi, Rabu (26/8).
Peristiwa tersebut baru diketahui setelah istri korban melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Laporan diterima oleh anggota Polsek Piru sekitar pukul 17.30 WIT.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Piru langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban dan melakukan proses evakuasi.
“Selasa siang, istri korban melapor ke Polsek Piru pukul 17.30 WIT. Anggota turun ke TKP pada pukul 18.00 WIT dan menemukan korban sudah dalam keadaan terbakar dan meninggal dunia. Untuk apinya sudah padam,” jelas Hamsir.
Saat petugas tiba di lokasi, api yang sebelumnya membakar areal kebun korban telah padam. Namun, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah tubuhnya terbakar.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga yang melakukan pembersihan lahan dengan metode pembakaran. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan rumput dan semak dapat dengan cepat membesar, terlebih ketika kondisi lahan kering dan asap yang ditimbulkan cukup tebal.
Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas pembakaran di lahan. Pengawasan terhadap arah angin, kondisi lingkungan, serta keberadaan orang di sekitar lokasi menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Kejadian yang menimpa Semi Latuhamalo kini menyisakan duka bagi keluarga. Aktivitas membersihkan kebun yang semula dilakukan untuk kepentingan sehari-hari justru berakhir tragis dengan hilangnya nyawa korban. (Tim)















