Seorang nelayan asal Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, bernama Lito Benities (51) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada hari kedua operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Minggu (21/6).
Korban ditemukan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar Perairan Pulau Gomumu, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Lokasi penemuan korban berada sekitar 58 nautical mile ke arah utara dari lokasi awal kejadian.
Dantim Operasi SAR Desa Kawa, Poniman Arsad, mengatakan pada hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.
“Memasuki hari kedua pencarian, dua SRU dikerahkan guna memperluas area pencarian. Longboat masyarakat dan Rubber Boat Basarnas bergerak sejak pagi melakukan pencarian pada beberapa titik koordinat yang telah ditentukan,” kata Poniman.
Ia menjelaskan, sekitar pukul 15.15 WIT, upaya pencarian membuahkan hasil setelah korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal nelayan yang sedang melintas di sekitar perairan Gomumu.
“Hingga pada pukul sekitar 15.15 WIT, upaya pencarian korban membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal nelayan yang sedang melintasi perairan Gomumu, Kabupaten Halmahera Selatan,” ujarnya.
Beberapa jam kemudian, longboat milik masyarakat Desa Kawa berhasil menjangkau lokasi dan mengevakuasi korban. Selanjutnya korban dibawa kembali ke Desa Kawa dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Menurut Poniman, berdasarkan keterangan korban, dirinya hanyut selama beberapa hari setelah mesin motor tempel longboat yang digunakan mengalami kerusakan saat berada di laut.
“Korban hanyut selama beberapa hari akibat kerusakan mesin motor tempel longboat miliknya. Korban bertahan di laut hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat,” katanya.
Sebelumnya, peristiwa tersebut dilaporkan oleh BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 20.40 WIT. Korban diketahui hilang kontak sejak Kamis (18/6) saat melaut.
Upaya pencarian awal yang dilakukan masyarakat setempat belum membuahkan hasil, sehingga Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan operasi pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi.
Operasi SAR melibatkan personel Basarnas Ambon, BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat, serta masyarakat setempat. Adapun sarana yang digunakan dalam operasi ini antara lain Rubber Boat, longboat masyarakat, dan kendaraan operasional personel.
Selama proses pencarian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan ringan dengan angin timur hingga tenggara berkecepatan 26 knot serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. (Acim)















