Kepolisian Daerah Maluku bergerak cepat menangani ketegangan yang terjadi antara warga Dusun Katapang dan Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pasca serangkaian insiden yang memicu konsentrasi massa di wilayah tersebut.
Berkat langkah cepat aparat gabungan Polri dan TNI, situasi yang sempat memanas berhasil dikendalikan sehingga bentrokan yang lebih luas dapat dicegah. Hingga Sabtu (6/6) sore, kondisi keamanan di wilayah tersebut terpantau kondusif.
Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa seluruh peristiwa yang terjadi akan ditangani secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami memastikan seluruh peristiwa yang terjadi akan ditangani secara profesional, objektif, dan transparan. Setiap pelaku yang terlibat dalam tindak pidana, baik penganiayaan maupun pelecehan, akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Pada saat yang sama, kami terus mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog untuk mencegah bentrokan susulan,” tegas Kapolda.
Saat massa dari kedua kelompok warga mulai terkonsentrasi dan situasi berpotensi berkembang menjadi bentrokan terbuka, personel Polres Seram Bagian Barat, Polsek Huamual, Koramil, Pos Pengamanan Laala, serta personel Brimob langsung diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pemisahan massa.
Penguatan personel dilakukan setelah bantuan Brimob Kompi II Batalyon B Pelopor tiba di lokasi dan bergabung dengan aparat gabungan yang telah lebih dulu melakukan pengamanan. Kehadiran pasukan tambahan tersebut menjadi bagian dari langkah cepat kepolisian dalam mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Kapolres Seram Bagian Barat juga menerjunkan sebanyak 115 personel gabungan guna menjaga stabilitas keamanan dan mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan.
Selain pengamanan lapangan, Polda Maluku juga memfokuskan perhatian pada proses penyelidikan terhadap seluruh rangkaian peristiwa yang menjadi pemicu konflik.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan tim penyidik saat ini terus bekerja untuk mengungkap pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam serta mendalami laporan dugaan pelecehan yang menjadi awal persoalan.
“Tim penyidik sedang melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, menahan diri, serta mempercayakan proses penegakan hukum kepada aparat kepolisian,” ujar Rositah.
Menurutnya, selain fokus pada aspek penegakan hukum, Polda Maluku juga terus membangun komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat guna menjaga stabilitas keamanan serta mendorong proses rekonsiliasi sosial di tengah masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, menjaga persaudaraan, dan bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Penyelesaian setiap persoalan harus dilakukan melalui mekanisme hukum dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” tambahnya.
Polda Maluku memastikan situasi di Dusun Katapang dan Dusun Olas saat ini berada dalam kondisi terkendali. Aparat keamanan tetap disiagakan di lokasi guna menjamin keamanan masyarakat serta memastikan seluruh proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. (Tim)
















