Dua nelayan asal Kota Tual berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan setelah longboat yang mereka gunakan mengalami mati mesin di sekitar Perairan Pulau Baer, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (24/5).
Kedua nelayan itu ditemukan dalam keadaan selamat sekitar pukul 09.45 WIT setelah sempat terombang-ambing di laut akibat kerusakan mesin motor tempel yang digunakan saat perjalanan pulang menuju Kota Tual.
Koordinator Pos SAR Tual, Masly Roger Ulath mengatakan informasi mengenai kondisi membahayakan jiwa manusia itu diterima pihaknya sekitar pukul 08.40 WIT dari seorang warga bernama R. Arjan.
“Laporan yang kami terima menyebutkan ada dua nelayan yang meminta bantuan SAR karena mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di sekitar Perairan Pulau Baer,” kata Masly, Minggu (24/5).
Usai menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 09.00 WIT menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB).
“Bersama unsur SAR gabungan kami menuju lokasi dan berhasil menemukan kedua korban sekitar pukul 09.45 WIT dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Masly menjelaskan, kedua korban sebelumnya diketahui pergi melaut sejak Jumat (23/5) di sekitar Perairan Pulau Baer. Mereka dijadwalkan kembali ke Kota Tual pada Sabtu (24/5), namun dalam perjalanan pulang mesin motor tempel yang digunakan tiba-tiba mengalami kerusakan.
Akibat kerusakan tersebut, longboat yang ditumpangi kedua nelayan tidak dapat melanjutkan perjalanan dan hanyut terbawa arus di sekitar perairan Pulau Baer.
“Kedua korban kemudian dievakuasi menuju Desa Nam, Kota Tual, untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Adapun identitas kedua korban yakni Lanoho Latarisa (65) dan Aan (43). Keduanya dipastikan dalam kondisi selamat saat ditemukan Tim SAR Gabungan.
Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pos SAR Tual, Bakamla Tual, serta keluarga korban. Selain menggunakan RIB, tim SAR juga menyiagakan Rescue Car guna mendukung proses evakuasi.
Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi operasi dilaporkan hujan ringan dengan angin tenggara berkecepatan sekitar 24 knots dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing. (Ala)















