Seorang pria paruh baya dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat di tempat pijat Lestari, Jalan Rotan, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Sebelum dibawa ke Rumah Sakit GPM, korban disebut sempat hendak dilarikan ke dua rumah sakit lain, tetapi tidak berhasil mendapatkan penanganan di sana karena disebut penuh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mendatangi tempat pijat tersebut sekitar pukul 19.00 WIT. Sekitar 45 menit kemudian, korban dilaporkan keluar dari kamar mandi dalam kondisi lemas dan dievakuasi dari lantai II bangunan itu.
Pihak pengelola tempat pijat Lestari membenarkan adanya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (27/10) sore. Namun, pengelola menegaskan korban tidak meninggal dunia di tempat pijat.
“Dia tidak meninggal di sini. Dia datang pijit, lalu masuk kamar mandi dan tiba-tiba keluar sudah lemas. Kemudian kita saranin untuk bawa ke RS,” ujar seorang perempuan yang berada di lokasi.
Di tengah kejadian tersebut, beredar informasi yang mengaitkan korban dengan dugaan layanan pijat plus-plus di tempat itu.
Informasi tersebut belum terkonfirmasi secara resmi dan belum ada keterangan dari pihak berwenang yang memastikan aktivitas korban sebelum mengalami kondisi darurat.
Seorang anggota polisi bernama Budi Kresna dari Polsek KPYS Ambon juga disebut berada di lokasi ketika peristiwa berlangsung.
Informasi yang beredar menyebutkan Budi bertugas menjaga dua lokasi tempat pijat. Namun, saat dikonfirmasi, ia membantah bertugas menjaga tempat tersebut.
“Beta seng jaga di situ. Beta hanya biasa duduk di situ dan sudah kenal baik dengan bosnya,” kata Budi.
Ia mengaku mendatangi lokasi setelah dihubungi pihak tempat pijat. Meski demikian, Budi menegaskan tidak terlibat langsung dalam proses evakuasi sehingga tidak mengetahui secara pasti kondisi korban ketika dibawa ke rumah sakit.
“Beta seng angkat korban, ada orang lain yang angkat dan dilarikan ke RS. Tadinya mau dibawa ke RS Al-Fatah, tapi penuh. Lalu mau ke RST, tapi penuh juga, dan akhirnya dilarikan ke GPM,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai informasi yang menyebut korban merupakan seorang pemuka agama atau pendeta, Budi mengaku tidak mengetahui identitas maupun latar belakang korban secara pasti.
Menurut dia, KTP korban diserahkan kepada pihak rumah sakit oleh tukang pijat yang bersangkutan.
“Tukang pijit yang buka antua KTP kasih ke pihak RS,” katanya.
Budi menyebut peristiwa itu telah disampaikan kepada pihak Polsek Sirimau. Menurut dia, anggota Polsek Sirimau datang pada malam kejadian dan menerima informasi bahwa korban telah dibawa ke Rumah Sakit GPM.
Sementara itu, Kapolsek Sirimau, IPTU Bastian Tuhuteru, yang dikonfirmasi netmaluku mengenai kejadian tersebut belum memberikan tanggapan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai kronologi lengkap, identitas korban, maupun penyebab kematiannya. (Tim)















