Universitas Banda Naira (UBN) menjajaki kerja sama dengan Yayasan Give to Nature Singapura dan perwakilan kapal pesiar MIR dalam pengembangan energi terbarukan serta pemberdayaan alumni UBN.
Pertemuan berlangsung di Gedung Rektorat UBN Lantai II, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Senin (21/9) sore.
Pertemuan dihadiri Rektor UBN Budiono Senen, Wakil Rektor I, II, dan III, serta para dekan di lingkungan UBN. Yayasan Give to Nature diwakili Jinglan Lin, Jingwei Zhang, dan Yunzhu Chen. Sementara dari kapal pesiar MIR hadir Januar Riyandi.
Salah satu agenda yang dibahas ialah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi di Kepulauan Banda.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni UBN, Muhammad Miftah Sabban, mengatakan pertemuan itu merupakan penjajakan awal untuk membangun kerja sama dengan mitra dalam sejumlah program pemberdayaan.
“Ini pertemuan awal untuk menjajaki kerja sama. Rencana ke depan setelah ada teken kerjasama maka akan ada pelatihan pemuda, terutama alumni, terkait pemberdayaan di bidang konservasi,” kata Miftah.
Menurut dia, kerja sama juga diarahkan pada penyediaan panel surya untuk fasilitas umum di Banda Naira dan sejumlah pulau-pulau kecil di Banda Naira.
PLTS tersebut nantinya diharapkan disertai pelatihan sumber daya manusia agar tersedia tenaga teknisi yang mampu melakukan pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas.
“Bantuan panel surya dibarengi dengan pelatihan sumber daya manusia untuk tenaga teknisi, khususnya pemberdayaan alumni UBN,” ujarnya.
Selain pengembangan energi terbarukan, pembahasan mencakup pemberdayaan alumni UBN melalui program konservasi yang melibatkan perguruan tinggi, mitra, dan masyarakat.
Miftah mengatakan, rencana itu masih menunggu hasil penjajakan dan pembahasan lebih lanjut antara para pihak.
Pembahasan selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui komunikasi dan kajian teknis mengenai bentuk kerja sama yang dapat dilaksanakan. (Kar)















