NetMaluku.com
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Advertorial
  • Daerah
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Kepulauan Aru
    • Kepulauan Tanimbar
    • Kota Ambon
    • Kota Tual
    • Maluku Barat Daya
    • Maluku Tengah
    • Maluku Tenggara
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Budaya
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Advertorial
  • Daerah
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Kepulauan Aru
    • Kepulauan Tanimbar
    • Kota Ambon
    • Kota Tual
    • Maluku Barat Daya
    • Maluku Tengah
    • Maluku Tenggara
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Budaya
  • Nasional
  • Olahraga
No Result
View All Result
NetMaluku.com
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Net Advertorial
  • Net Daerah
  • Net Nasional
  • Net Pemerintahan
  • Net Budaya
  • Net Hukrim
  • Net Olahraga
  • Net Pendidikan
  • Net Politik
Home Net Nasional

Hari Juang Polri 21 Agustus, Marthinus Hukom: Polisi Bukan Penjaga Status Quo Politik

by netmaluku
21 Agustus 2026
Reading Time: 2 mins read
A A
Hari Juang Polri 21 Agustus, Marthinus Hukom: Polisi Bukan Penjaga Status Quo Politik

Komjen Pol Marthinus Hukom

Share on FacebookShare on WhatsApp

Di balik peringatan Hari Juang Polri setiap 21 Agustus, tersimpan satu pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar catatan sejarah. Polisi harus berdiri untuk hukum dan masyarakat, bukan menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan politik.

Pesan moral itu disampaikan Komjen Pol Marthinus Hukom dalam refleksinya mengenai sejarah lahirnya Polisi Indonesia pada 21 Agustus 1945.

Empat hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, Tokubetsu Keisatsu Tai atau Polisi Istimewa menyatakan diri sebagai Polisi Indonesia.

MenarikDibaca . . .

Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Brimob Disebut Bergerak ke Mabes

Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Brimob Disebut Bergerak ke Mabes

3 November 2026
Dari Pangdam Pattimura ke Wamenhan, Richard Tampubolon Dapat Tugas Baru

Dari Pangdam Pattimura ke Wamenhan, Richard Tampubolon Dapat Tugas Baru

15 Oktober 2026
Kapolri Mutasi Besar-besaran, 6 Pejabat Polda Maluku Ikut Bergeser

Kapolri Mutasi Besar-besaran, 6 Pejabat Polda Maluku Ikut Bergeser

11 Oktober 2026
Mutasi TNI Oktober 2026: Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad, Sejumlah Jenderal Bergeser

Mutasi TNI Oktober 2026: Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad, Sejumlah Jenderal Bergeser

7 Oktober 2026
Load More

Saat itu, Indonesia baru saja berdiri sebagai negara merdeka dan menghadapi situasi keamanan yang penuh ketidakpastian.

Ada satu fakta sejarah yang menarik. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, sebagian besar pasukan bersenjata Jepang dilucuti. Namun, Polisi Istimewa tetap diperbolehkan memegang senjata.

Bagi Marthinus, hal tersebut menunjukkan posisi khas kepolisian dalam kehidupan sipil.

“Senjata di tangan polisi adalah instrumen moral. Dalam keadaan sangat terpaksa, senjata itu digunakan untuk menundukkan siapa saja yang tidak tunduk pada hukum, tanpa pandang bulu,” kata Marthinus, Jumat (21/8).

Ketika Kekuasaan Berganti, Polisi Harus Tetap Berdiri

Marthinus menilai kekalahan Jepang pada 1945 bukan hanya berarti berakhirnya kekuasaan politik Jepang di Indonesia.

Kekalahan tersebut juga melahirkan perubahan mendasar dalam kesadaran para anggota Polisi Istimewa mengenai kepada siapa mereka harus mengabdi.

Otoritas Jepang runtuh. Di saat yang sama, lahir otoritas baru melalui Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam situasi tersebut, Polisi Istimewa memilih berdiri bersama republik.

Tindakan Inspektur Polisi Moehammad Jasin dan para polisi di berbagai daerah menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Bagi Marthinus, keberanian mereka bukan sekadar perebutan senjata atau pengambilalihan institusi. Lebih jauh, itu merupakan pernyataan moral bahwa polisi memiliki tanggung jawab menjaga kehidupan sipil.

“Tindakan heroik Inspektur Polisi Moehammad Jasin dan kepolisian daerah lainnya merupakan ikrar moral bahwa polisi bukan tunduk kepada otoritas politik, tetapi kepada otoritas moral untuk menjaga tatanan sipil yang tertib,” tegasnya.

Jangan Seret Polri ke Konflik Politik

Pesan sejarah itu, menurut Marthinus, justru semakin penting bagi Polri di tengah dinamika kehidupan bernegara.

Ia mengingatkan generasi muda Polri agar tidak membiarkan institusi kepolisian terseret dalam kepentingan politik praktis.

Sebab, ketika polisi mulai dipersepsikan sebagai alat kekuasaan, kepercayaan masyarakat terhadap hukum akan ikut dipertaruhkan.

“Jangan pernah membawa Polri dalam konflik politik apa pun. Sampai kapan pun tugas Anda adalah penjaga moral, bukan penjaga status quo politik,” ujar Marthinus.

Menurutnya, Polri memang merupakan bagian dari negara dan memperoleh kewenangan dari negara.

Namun, kewenangan itu tidak boleh digunakan untuk melayani kepentingan politik tertentu.

Polisi harus tetap berdiri di atas hukum dan kepentingan masyarakat.

Kekuatan Polisi Bukan Sekadar Senjata

Marthinus menegaskan, kekuatan polisi sesungguhnya bukan terletak pada senjata, seragam, kewenangan ataupun struktur komando.

Kekuatan utama kepolisian justru berada pada kepercayaan publik.

Ketika masyarakat percaya bahwa polisi akan menegakkan hukum tanpa pandang bulu, di situlah kewibawaan institusi kepolisian tumbuh.

Sebaliknya, ketika hukum dipersepsikan tajam kepada masyarakat tetapi tumpul terhadap kepentingan tertentu, maka legitimasi moral polisi akan dipertanyakan.

“Polisi lahir dan berada bukan untuk kepentingan politik siapa pun. Polisi lahir karena panggilan suara hati setiap orang yang membutuhkan kenyamanan dan keamanan,” katanya.

Karena itu, Hari Juang Polri tidak semestinya hanya diperingati sebagai seremoni tahunan.

Tanggal 21 Agustus harus menjadi momentum untuk mengingat kembali alasan paling mendasar mengapa polisi dibutuhkan dalam sebuah negara: menjaga ketertiban, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum.

Sejarah 21 Agustus 1945 memberikan pelajaran bahwa ketika sebuah rezim berakhir dan kekuasaan berganti, polisi tetap harus mampu menjalankan fungsi utamanya.

Bukan menjadi penjaga kekuasaan.

Bukan pula menjadi alat kepentingan kelompok.

Melainkan menjadi penjaga hukum, ketertiban sipil dan rasa aman masyarakat.

Itulah perjuangan moral yang diwariskan para pendahulu Polri.

Dan itulah pula tantangan bagi generasi muda Polri: memiliki kekuatan untuk menggunakan kewenangan, tetapi juga memiliki moral untuk membatasi kewenangan tersebut. (Tim)

Yang Baca: 993
Tags: 21 Agustus 1945Hari Juang PolriHari Juang Polri 2026Komjen Pol Marthinus HukomPolisi Penjaga HukumPolri Netral PolitikSejarah Polisi Indonesia
Disclaimer: Dilarang mengutip, menyalin, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin dari redaksi.

Related Posts

Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Brimob Disebut Bergerak ke Mabes

Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Brimob Disebut Bergerak ke Mabes

6 hari ago
Dari Pangdam Pattimura ke Wamenhan, Richard Tampubolon Dapat Tugas Baru

Dari Pangdam Pattimura ke Wamenhan, Richard Tampubolon Dapat Tugas Baru

4 minggu ago
Kapolri Mutasi Besar-besaran, 6 Pejabat Polda Maluku Ikut Bergeser

Kapolri Mutasi Besar-besaran, 6 Pejabat Polda Maluku Ikut Bergeser

4 minggu ago
Mutasi TNI Oktober 2026: Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad, Sejumlah Jenderal Bergeser

Mutasi TNI Oktober 2026: Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad, Sejumlah Jenderal Bergeser

1 bulan ago
Putra Ambon Herry Heryawan Naik ke Jabatan Strategis Kabaharkam Polri

Putra Ambon Herry Heryawan Naik ke Jabatan Strategis Kabaharkam Polri

1 bulan ago
Irjen Suwondo Nainggolan Jadi Kapolda Maluku, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Irjen Suwondo Nainggolan Jadi Kapolda Maluku, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

1 bulan ago

Net Populer

Dosen Unpatti Didakwa Tipu Rp200 Juta, Bawa Nama Rektor dan Wakil Rektor II

Dosen Unpatti Didakwa Tipu Rp200 Juta, Bawa Nama Rektor dan Wakil Rektor II

3 November 2026
424 Kredit KECE BRI Pasahari Cair, 405 Diduga Pakai Identitas Orang Lain Negara Rugi Rp4,2 miliar

424 Kredit KECE BRI Pasahari Cair, 405 Diduga Pakai Identitas Orang Lain Negara Rugi Rp4,2 miliar

4 November 2026
Tiga Tersangka Korupsi Kredit BRI Batu Merah Resmi Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp4,29 Miliar

Tiga Tersangka Korupsi Kredit BRI Batu Merah Resmi Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp4,29 Miliar

2 November 2026
Tiga Siswa TK Qurani Amaholu SBB Raih Penghargaan di Aljabar Competition 2026

Tiga Siswa TK Qurani Amaholu SBB Raih Penghargaan di Aljabar Competition 2026

7 November 2026
Tarik Ulur Kasus SK Bodong di Ambon, Pemkot Berani Serahkan ke Polisi?

Tarik Ulur Kasus SK Bodong di Ambon, Pemkot Berani Serahkan ke Polisi?

3 November 2026

Net Update Maluku

Pangdam Pattimura Buka Peluang Pemuda Maluku Jadi Prajurit TNI, Seleksi Gratis

Pangdam Pattimura Buka Peluang Pemuda Maluku Jadi Prajurit TNI, Seleksi Gratis

5 November 2026
BWS Maluku Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 485 Warga Desa Hitu

BWS Maluku Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 485 Warga Desa Hitu

5 November 2026
Terancam Gagal Panen, BWS Maluku Langsung Kirim 8.000 Liter Air ke Sawah di Leawai

Terancam Gagal Panen, BWS Maluku Langsung Kirim 8.000 Liter Air ke Sawah di Leawai

3 November 2026
Rektor UBN Bawa Profesor Malaysia Jelajahi Keindahan Bawah Laut Banda

Rektor UBN Bawa Profesor Malaysia Jelajahi Keindahan Bawah Laut Banda

2 November 2026
NetMaluku.com

NetMaluku.com adalah media online yang menyajikan berita terkini, informasi terpercaya, serta berbagai peristiwa penting dari Maluku, Indonesia, dan dunia. Dengan jurnalisme yang independen dan berimbang, NetMaluku.com hadir untuk memberikan informasi yang akurat, cepat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Net Menu

  • Buru
  • Buru Selatan
  • Kepulauan Aru
  • Kepulauan Tanimbar
  • Kota Ambon
  • Kota Tual
  • Maluku Barat Daya
  • Maluku Tengah
  • Maluku Tenggara
  • Net Advertorial
  • Net Budaya
  • Net Daerah
  • Net Ekonomi
  • Net Hukrim
  • Net Kesahatan
  • Net Nasional
  • Net Olahraga
  • Net Pemerintahan
  • Net Pendidikan
  • Net Politik
  • Seram Bagian Barat
  • Seram Bagian Timur

Net Terbaru

Tanjakan Kapok hingga Air Besar Jadi Tempat Buang Sampah, DLHP Ambon Akui Terkendala Lahan

Tanjakan Kapok hingga Air Besar Jadi Tempat Buang Sampah, DLHP Ambon Akui Terkendala Lahan

8 November 2026
Tiga Siswa TK Qurani Amaholu SBB Raih Penghargaan di Aljabar Competition 2026

Tiga Siswa TK Qurani Amaholu SBB Raih Penghargaan di Aljabar Competition 2026

7 November 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Hak Jawab
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Hak Cipta © 2026 | NetMaluku.com "News Trend Maluku"

  • Login
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Net Advertorial
  • Net Daerah
    • Buru
    • Buru Selatan
    • Kepulauan Aru
    • Kepulauan Tanimbar
    • Kota Ambon
    • Kota Tual
    • Maluku Barat Daya
    • Maluku Tengah
    • Maluku Tenggara
    • Seram Bagian Barat
    • Seram Bagian Timur
  • Net Nasional
  • Net Pemerintahan
  • Net Budaya
  • Net Hukrim
  • Net Olahraga
  • Net Pendidikan
  • Net Politik

Hak Cipta © 2026 | NetMaluku.com "News Trend Maluku"

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Konten dilindungi!!