Kepolisian Sektor (Polsek) Baguala, Kota Ambon, Maluku, tengah mendalami laporan dugaan tindak pidana pencurian sepeda motor yang terjadi di kawasan Kelurahan Lateri, Kecamatan Teluk Ambon Baguala.
Kasus yang sempat memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat itu kini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan fakta maupun bukti yang mengarah pada aksi begal sebagaimana informasi yang beredar luas di media sosial dan sejumlah pemberitaan.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 18.00 WIT. Berdasarkan laporan awal yang diterima kepolisian, korban yang sedang mengendarai sepeda motor diduga dihentikan oleh seorang pria yang identitasnya belum diketahui.
Dalam kejadian itu, terduga pelaku disebut mengambil kunci kendaraan milik korban sebelum akhirnya membawa kabur sepeda motor tersebut. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami trauma dan pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Baguala untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Baguala yang dipimpin Kapolsek Iptu Esterlina Titiheru langsung bergerak melakukan langkah-langkah penyelidikan. Polisi menerima laporan korban, mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dan informasi awal dari sejumlah pihak yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Janet Luhukay, mengatakan penyidik masih bekerja untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh. Menurutnya, seluruh informasi yang berkembang saat ini masih perlu diverifikasi melalui proses penyelidikan yang objektif.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Hingga saat ini, belum ada fakta yang menguatkan bahwa peristiwa tersebut merupakan aksi begal,” kata Janet, Senin (22/6).
Ia menambahkan, penyidik masih terus mendalami keterangan korban, saksi-saksi, serta berbagai petunjuk lain yang dapat membantu mengungkap identitas pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.
Polisi juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa itu untuk segera melapor kepada pihak berwajib. Partisipasi masyarakat dinilai penting guna mempercepat proses pengungkapan kasus.
Dengan demikian, informasi yang menyebut telah terjadi aksi begal di wilayah Lateri hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya. Kepolisian meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. (Wan)















