Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Pantai Timur Maluku Tengah, Maluku, pada Selasa (5/5) pukul 09.38 WIB.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1,” ujar Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, dalam keterangan resminya.
Episenter gempa berada di laut, tepatnya pada koordinat 6,47° LS dan 130,21° BT, atau sekitar 206 km arah barat laut Tanimbar, Maluku, dengan kedalaman 164 km.
BMKG menjelaskan, gempa ini merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Banda.
“Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan mendatar turun (oblique-normal fault),” jelasnya.
Berdasarkan peta guncangan (shakemap), getaran dirasakan di Amahai, Maluku Tengah; Dawelor Dawera; serta Pulau-Pulau Babar, Maluku Barat Daya dengan intensitas III MMI. “Getaran dirasakan nyata dalam rumah, seperti ada truk berlalu,” lanjutnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG juga memastikan, “hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.”
Hingga pukul 09.55 WIB atau pukul 11:55 WIT, Monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan memastikan informasi yang diperoleh berasal dari kanal resmi yang telah terverifikasi.
















