Pendekatan humanis yang dilakukan Kodam XV/Pattimura kepada masyarakat di wilayah Maluku Utara membuahkan hasil. Warga secara sukarela menyerahkan puluhan senjata api, munisi, dan bahan peledak kepada TNI.
Sebanyak 75 pucuk senjata api diserahkan masyarakat dari wilayah jajaran Korem 152/Baabullah kepada Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., dalam kegiatan yang berlangsung di Ternate, Maluku Utara, Jumat (2/10).
Penyerahan tersebut turut dihadiri Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, sejumlah pejabat Kodam XV/Pattimura, serta tamu undangan.
Dari 75 pucuk senjata yang diserahkan, sebanyak 15 pucuk merupakan senjata standar, sementara 60 pucuk lainnya merupakan senjata rakitan. Senjata rakitan itu terdiri dari 41 laras panjang dan 19 pistol.
Adapun 15 senjata standar yang diserahkan terdiri dari satu pucuk FNC, satu SMR, dua pistol FN, dua pistol VOC tahun 1771, tiga revolver, satu pistol pelontar gas air mata, satu Hamalex, satu Sten, satu Browning, satu Brno, dan satu Winchester.
Selain senjata api, masyarakat juga menyerahkan 1.111 butir munisi campuran kaliber 5,56 milimeter serta satu buah granat tangan atau granat lontar.
Berdasarkan informasi di lapangan, sebagian besar persenjataan tersebut diketahui merupakan peninggalan konflik sosial yang terjadi pada 1999–2000. Sementara sebagian lainnya disebut sebagai senjata organik warisan keluarga yang masuk dari Filipina.
Keberhasilan tersebut tidak hanya ditandai dengan penyerahan senjata. Pangdam XV/Pattimura juga memberikan penghargaan kepada 35 personel Korem 152/Baabullah atas keberhasilan pembinaan teritorial dan pendekatan kepada masyarakat.
Pendekatan yang dilakukan secara humanis dinilai turut mendorong masyarakat untuk menyerahkan senjata yang masih disimpan secara sukarela kepada aparat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kodam XV/Pattimura memperkuat kesadaran hukum dan kemitraan dengan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah Maluku Utara. (Tiar)
















