Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudy Irmawan, S.H., M.H., turun langsung ke Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, untuk melihat pelaksanaan tugas jajaran Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di wilayah tersebut.
Kunjungan kerja itu dilakukan Rudy bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Maluku, Ny. Yuyun Rudy Irmawan, Kamis (22/10).
Rudy datang untuk melakukan supervisi sekaligus memastikan pelaksanaan tugas penegakan hukum, penanganan perkara, hingga pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan.
Setibanya di Banda Neira, Rudy bersama rombongan langsung menuju Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira yang berada di Kompleks Dwi Warna, Kecamatan Banda.
Kedatangan Kajati Maluku disambut Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira Henry Siahaan, S.H., M.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Banda Neira.
Sejumlah pejabat yang turut menyambut di antaranya Camat Kepulauan Banda Rusdi Saiman, S.Sos., Camat Banda Drs. Handayani Hassanusi, Kapolsek Banda Neira IPTU Muslim N. Renuf, S.H., Danramil 1502/01 Banda KAPTEN Cba. Zulkifli Then, serta Kepala Lapas Kelas III Banda Naira Abdul Samad Rumuar.
Dalam peninjauan tersebut, Rudy mengecek langsung bagaimana jajaran Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira menjalankan tugas dan fungsinya.
Perhatian juga diberikan terhadap sarana dan prasarana yang tersedia. Fasilitas pendukung dinilai penting untuk menunjang efektivitas penanganan perkara sekaligus pelayanan hukum kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
Rudy juga meminta jajaran Kejaksaan memperkuat koordinasi dengan Forkopimcam. Menurutnya, sinergi antarlembaga dibutuhkan untuk mendukung penegakan hukum sekaligus menjaga stabilitas wilayah.
“Jadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Di mana pun kita ditempatkan, tanggung jawab dan integritas harus tetap menjadi pegangan utama,” kata Rudy dalam arahannya.
Ia meminta seluruh jajaran tetap disiplin, kompak dan profesional dalam menjalankan tugas. Keterbatasan fasilitas maupun kondisi wilayah kepulauan, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan.
“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, jaga kekompakan, tingkatkan profesionalisme, serta berikan pelayanan hukum yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Rudy juga mendorong jajaran untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berprestasi, melainkan tantangan untuk terus berinovasi dan menunjukkan bahwa insan Adhyaksa mampu hadir memberikan manfaat di mana pun bertugas,” katanya.
Pada malam harinya, Kajati Maluku bersama rombongan mengikuti ramah tamah dengan jajaran Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira dan unsur Forkopimcam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergi antara Kejaksaan dengan unsur pemerintahan dan aparat di wilayah Banda Neira.
Tak hanya melakukan agenda kedinasan, Rudy juga menyempatkan diri melihat sejumlah situs bersejarah di Banda Neira.
Bersama rombongan, ia mengunjungi Rumah Bung Hatta, Rumah Budaya, Istana Mini, dan Benteng Belgica.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda di sela-sela kunjungan kerja untuk mengenal lebih dekat sejarah dan warisan budaya yang melekat kuat dengan Banda Neira.
Dalam kunjungan ini, Kejati Maluku berharap jajaran Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira semakin meningkatkan kinerja dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Jajaran juga diminta terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan serta memberikan pelayanan hukum yang profesional, humanis dan berkeadilan kepada masyarakat.
Kejati Maluku menyatakan pembinaan dan pengawasan terhadap jajaran akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan tugas dan kewenangan Kejaksaan berjalan optimal. (Kar)













