Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Maluku, Minggu (18/10).
Berdasarkan informasi cuaca Bandara Pattimura yang dirilis BMKG, kondisi bandara pada pukul 09.30 WIT tercatat berasap dengan jarak pandang hanya 0,8 kilometer. Kondisi tersebut diprakirakan masih berlangsung hingga malam hari, dengan jarak pandang sekitar 2 kilometer.
Kabut asap yang menurunkan jarak pandang menjadi salah satu faktor yang dapat mengganggu kelancaran penerbangan. Kondisi ini membuat operasional penerbangan harus menyesuaikan perkembangan cuaca dan tingkat jarak pandang di bandara maupun wilayah tujuan.
Kementerian Perhubungan pada Minggu mencatat, kabut asap karhutla telah berdampak terhadap sejumlah bandara di Maluku, termasuk Bandara Pattimura Ambon dan Bandara Karel Sadsuitubun Langgur. Gangguan serupa juga terjadi di Bandara Sultan Babullah Ternate dan Bandara Oesman Sadik Labuha, Maluku Utara.
Sebelumnya, Bandara Pattimura Ambon telah membatalkan 17 penerbangan domestik pada 12 dan 13 Oktober akibat jarak pandang yang turun di bawah standar keselamatan penerbangan. Sebanyak 10 penerbangan dibatalkan pada 12 Oktober dan tujuh penerbangan pada 13 Oktober.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon Johan Seno Acton mengatakan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas. Pihak bandara terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang sebelum menentukan operasional penerbangan.
Secara nasional, Kemenhub mencatat 2.458 penerbangan domestik terdampak karhutla sejak 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Sebanyak 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan, 1.324 dibatalkan atau ditunda, 22 dialihkan ke bandara lain, enam kembali ke bandara keberangkatan, dan 26 penerbangan dimajukan.
Kemenhub menyebut kabut asap pada periode 13 hingga 17 Oktober meluas hingga Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara. Penurunan jarak pandang menjadi salah satu penyebab gangguan penerbangan, sehingga keputusan operasional tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Calon penumpang yang akan bepergian melalui Bandara Pattimura Ambon diimbau memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara, mengingat kondisi kabut asap masih dapat memengaruhi jadwal penerbangan. (Tim)













