Pemerintah Provinsi Maluku bergerak cepat menangani kondisi masyarakat Desa Patahuwe dan Lisabata, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pascainsiden yang terjadi di wilayah tersebut.
Atas arahan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Affandi Hasanusi bersama tim turun langsung meninjau lokasi pengungsian masyarakat Desa Patahuwe, Sabtu (12/9).
Tim tersebut terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pelopor Perdamaian, Karang Taruna Provinsi Maluku, Tagana Kabupaten SBB, serta Dinas Sosial Kabupaten SBB.
Dari hasil peninjauan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Desa Patahuwe dan Lisabata secara umum berada dalam keadaan aman dan terkendali.
Dalam kunjungan itu, pemerintah menyampaikan keprihatinan mendalam Gubernur Maluku atas musibah yang dialami masyarakat.
Pemerintah juga mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang dan menahan diri serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi.
Masyarakat diminta menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat keamanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk menyampaikan pesan tersebut secara langsung kepada masyarakat, tim turut memutarkan video imbauan Gubernur Maluku di lokasi pengungsian.
Bantuan untuk Pengungsi
Selain memastikan kondisi warga, Pemprov Maluku juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak dan mengungsi.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh camat dan kepala desa untuk selanjutnya disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten SBB, TNI, dan Polri juga memastikan penanganan terhadap rumah-rumah warga yang terbakar dalam insiden tersebut.
Sesuai arahan Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten SBB serta penyampaian Dandim setempat, rumah warga yang terbakar akan diupayakan untuk dibangun kembali melalui gotong royong.
Pembangunan kembali akan melibatkan pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat.
Korban Luka Dirujuk ke Ambon
Perhatian pemerintah juga diberikan kepada warga yang mengalami luka akibat insiden tersebut.
Korban luka tembak dari pihak Negeri Lisabata telah dirujuk untuk mendapatkan perawatan di RSUP Leimena, Ambon.
Sementara keluarga korban yang mendampingi telah difasilitasi dan ditampung di Rumah Singgah Dinas Sosial Provinsi Maluku di kawasan Passo.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan korban menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi Maluku.
Langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan pelayanan, sekaligus menjaga situasi di wilayah tersebut tetap aman dan kondusif.
Pemprov Maluku kembali mengajak seluruh pihak, khususnya masyarakat Patahuwe dan Lisabata, untuk bersama-sama menjaga ketenangan dan keamanan.
Masyarakat juga diminta mempercayakan proses penyelesaian persoalan kepada aparat penegak hukum.
Dengan mengedepankan ketenangan, persaudaraan, dan semangat gotong royong, pemerintah berharap kondisi masyarakat dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali berjalan normal. (Tim)













