Kebakaran hutan dan lahan terjadi di lereng Gunung Binalua, tepat di belakang permukiman warga Desa Jamilu, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Kamis (3/9) malam.
Kebakaran tersebut diketahui warga sekitar pukul 21.00 WIT. Api terlihat menjalar di kawasan lereng gunung yang lokasinya berdekatan dengan rumah-rumah penduduk.
Salah satu warga Desa Jamilu, La Minggu, mengatakan, kebakaran diduga merupakan rambatan dari titik kebakaran sebelumnya yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Desa Jamilu.
Menurutnya, perubahan arah angin membuat api kembali bergerak mendekati wilayah permukiman warga.
“Awalnya titik api itu cukup jauh dari Desa Jamilu, sekitar 8 kilometer. Tetapi karena perubahan arah angin, api kembali mengarah ke belakang rumah warga,” kata La Minggu.
Melihat kobaran api semakin mendekati kawasan permukiman, warga kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman secara manual.
Sekitar pukul 21.10 WIT, masyarakat Desa Jamilu bersama-sama mendatangi titik kebakaran. Dengan menggunakan peralatan seadanya, warga berupaya melokalisasi dan memadamkan api agar tidak semakin meluas.
Upaya warga membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.50 WIT.
Kapolsek Namlea, Iptu Charles Langitan, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyebut, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian itu.
“Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil. Yang terbakar merupakan lahan yang ditumbuhi rumput liar di lereng gunung dan lokasinya berdekatan dengan permukiman warga,” ujar Charles.
Charles juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di kawasan hutan dan lahan.
Sebab, berdasarkan informasi awal yang diterima, kebakaran diduga kuat dipicu kelalaian warga yang membuang puntung rokok sembarangan saat melakukan aktivitas mengurut daun kayu putih.
“Untuk sementara, kebakaran diduga akibat kelalaian warga. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar,” katanya.
Berkat kesigapan warga, kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum api meluas dan mengancam rumah-rumah penduduk.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api, mengingat kondisi lahan yang kering dapat membuat api dengan cepat menjalar, terutama ketika terjadi perubahan arah angin. (Tim)













