Kapal kayu Yuni Bahari yang mengangkut lima orang awak kapal berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan setelah mengalami kebocoran di tengah Laut Banda, tepatnya di sekitar selatan Perairan Pulau Run, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (1/8).
Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan tiba di Pelabuhan Rakyat Banda Neira pada Minggu (2/8) pukul 00.30 WIT. Mereka kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Koordinator Pos SAR Banda, Ezau Risamasu, mengatakan laporan mengenai kondisi membahayakan jiwa manusia diterima dari keluarga korban pada Sabtu sekitar pukul 12.55 WIT.
“Informasi kondisi membahayakan jiwa manusia kami terima dari Bapak Robo selaku pihak keluarga. Mereka meminta bantuan SAR setelah Kapal Yuni Bahari mengalami kebocoran di sekitar selatan Perairan Pulau Run,” ujar Ezau.
Setelah menerima laporan tersebut, Pos SAR Banda langsung mengerahkan Tim SAR Gabungan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 16,3 nautical mile ke arah barat daya.
Tim SAR akhirnya berhasil menemukan kapal sekitar pukul 15.24 WIT, atau sekitar 18 nautical mile dari lokasi awal yang dilaporkan.
Menurut Ezau, saat tim tiba di lokasi, awak kapal telah berupaya melakukan perbaikan darurat terhadap sumber kebocoran sehingga kondisi kapal mulai stabil.
“Setelah dilakukan koordinasi dengan awak kapal, diketahui kebocoran berhasil diperbaiki sementara sehingga kapal masih dapat melanjutkan pelayaran. Tim SAR kemudian melakukan pendampingan hingga kapal tiba dengan selamat di Banda Neira,” katanya.
Diketahui, Kapal Yuni Bahari bertolak dari Kota Ambon pada 31 Juli 2026 dengan tujuan Pulau Banda Neira. Namun saat melintas di sekitar Perairan Pulau Run, kapal dihantam gelombang yang menyebabkan mesin alkon mengalami kerusakan. Kondisi tersebut mengakibatkan kapal mengalami kebocoran dan membutuhkan bantuan darurat.
Meski sempat berada dalam kondisi berbahaya, seluruh awak kapal berhasil bertahan hingga Tim SAR tiba di lokasi.
Selama proses evakuasi, RIB Pos SAR Banda mengawal pelayaran Kapal Yuni Bahari menuju Pelabuhan Rakyat Banda Neira hingga seluruh awak kapal tiba dengan selamat.
Lima awak kapal yang berhasil diselamatkan masing-masing adalah La Ajo (41) selaku nahkoda, Ruslan (33), La Ante (54), La Anto (31) dan Salman (55).
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan Pos SAR Banda, Polairud Banda, Koramil Banda, serta keluarga korban. Adapun sarana yang digunakan meliputi RIB Pos SAR Banda, longboat milik masyarakat, dan rescue car.
Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan dengan angin tenggara berkecepatan sekitar 26 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Setelah seluruh korban berhasil tiba dengan selamat di Banda Neira, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas kerja sama selama proses penyelamatan.(Tiar)













