Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Memasuki Sabtu (1/8), kebakaran semakin meluas dengan sedikitnya delapan titik api muncul di sejumlah lokasi di sekitar Kota Bula, ibu kota SBT itu.
Kobaran api bahkan mulai terlihat sejak Sabtu dini hari dan terus bermunculan hingga sore hari. Kondisi tersebut membuat personel Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Seram Bagian Timur harus bekerja tanpa henti untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke kawasan permukiman, perkantoran, serta fasilitas umum.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Seram Bagian Timur, Hadi Rumbalifar, S.Pd., bersama Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran, Wahab Rumakat, SH, turut memimpin langsung penanganan di lapangan bersama personel pemadam.
Kabid Pencegahan Kebakaran SBT, Wahab Rumakat, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran secara berturut-turut sejak tengah malam.
“Sejak pukul 00.00 WIT kami sudah bergerak melakukan pemadaman. Hari ini terdapat sedikitnya delapan titik kebakaran yang harus kami tangani di sejumlah lokasi berbeda di Kota Bula. Seluruh personel dikerahkan agar api tidak meluas ke permukiman maupun fasilitas vital,” kata Wahab Rumakat, Sabtu (1/8).
Ia menjelaskan, titik pertama terjadi sekitar pukul 00.00 WIT di kawasan sekitar PLN. Selanjutnya pada pukul 03.00 WIT api kembali muncul di belakang Kantor Pengadilan Agama.
Memasuki pagi hari sekitar pukul 08.30 WIT, kebakaran kembali terjadi di kawasan gudang yang berada di samping Kantor Pengadilan Agama. Siang harinya sekitar pukul 14.00 WIT, tim kembali diterjunkan ke kawasan Tanah Merah setelah menerima laporan munculnya kobaran api.
Belum selesai melakukan pendinginan, pada pukul 15.00 WIT kebakaran kembali terjadi di kawasan Kantor PLN serta area Kampus STAIS Bula. Selanjutnya sekitar pukul 16.00 WIT api muncul di kawasan Sudi Mampir, kemudian sekitar pukul 17.20 WIT kebakaran kembali terjadi di samping Kantor Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur.
Menurut Wahab, proses pemadaman di sejumlah lokasi dilakukan secara terpadu bersama unsur lain. Di kawasan Pengadilan Agama, proses pemadaman dibantu mobil water cannon dari Brimob. Sementara di kawasan Kantor PLN, personel Damkar mendapat bantuan mobil water cannon dari Satuan Samapta Polres Seram Bagian Timur serta warga yang ikut membantu memadamkan kobaran api.
“Sinergi semua pihak sangat membantu sehingga api dapat segera dikendalikan. Kami juga mengapresiasi dukungan Brimob, Samapta Polres SBT, dan masyarakat yang ikut membantu proses pemadaman,” ujar Wahab.
Setelah berjibaku melakukan pemadaman di berbagai lokasi sejak dini hari, seluruh titik api akhirnya berhasil dikendalikan.
Hingga pukul 18.00 WIT, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Seram Bagian Timur memastikan seluruh titik kebakaran berhasil dipadamkan dan dilakukan proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api. (Tiar)













