Pasca bentrok antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto turun langsung ke lokasi untuk meredam situasi.
Kapolda Maluku bersama Pangdam XV/Pattimura dan rombongan pejabat utama Polda Maluku serta Kodam XV/Pattimura tiba di Desa Patahuwe pada Sabtu (12/9) dini hari.
Kedatangan kedua pimpinan TNI-Polri tersebut menjadi langkah cepat untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali sekaligus mencegah ketegangan antara warga kedua desa kembali meluas.
Setibanya di Patahuwe sekitar pukul 02.20 WIT, Kapolda dan Pangdam langsung meninjau lokasi sejumlah rumah warga yang terbakar. Keduanya juga melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak akibat insiden tersebut.
Setelah meninjau lokasi, Kapolda dan Pangdam kemudian melakukan pertemuan di Kantor Camat Taniwel bersama Kepala Desa Lisabata dan Kepala Desa Patahuwe.
Pertemuan tersebut turut melibatkan unsur pemerintah daerah dan jajaran terkait. Pembahasan diarahkan pada upaya meredam situasi serta mencari langkah penyelesaian agar persoalan tidak berkembang dan memicu bentrokan susulan.
Dalam pertemuan itu, Kapolda Maluku meminta masyarakat kedua desa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kapolda juga meminta masing-masing kepala desa atau raja mengambil peran aktif untuk menenangkan warganya serta membangun komunikasi secara cepat jika terjadi persoalan di lapangan.
“Masing-masing raja harus menenangkan masyarakatnya. Kita harus sama-sama menjaga situasi agar tetap aman. Jangan sampai ada orang yang memprovokasi atau orang-orang yang tidak menginginkan Maluku ini aman,” tegas Dadang.
Kapolda secara khusus meminta masyarakat Patahuwe untuk bersabar dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperbesar persoalan.
Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan komunikasi yang baik, bukan melalui tindakan yang berpotensi merugikan masyarakat sendiri.
“Saya minta masyarakat Patahuwe bersabar. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Mari kita jaga bersama keamanan dan persaudaraan,” ujarnya.
Kapolda Minta Media Gunakan Bahasa yang Sejuk
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku juga memberikan perhatian terhadap penyebaran informasi mengenai situasi Lisabata-Patahuwe, khususnya di media sosial.
Dadang meminta media mengedepankan peace journalism atau jurnalisme damai dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, penggunaan bahasa yang provokatif dapat memperkeruh keadaan dan memicu kesalahpahaman baru.
“Kepada media, agar mengedepankan peace journalism atau jurnalisme damai dengan menggunakan kata-kata yang dingin. Jangan menggunakan kata-kata yang justru membuat situasi semakin panas,” kata Dadang.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan serta memperbesar ketegangan di tengah masyarakat.
Pangdam: Jangan Sampai Persoalan Berkembang
Senada dengan Kapolda, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat memperpanjang persoalan.
Dody mengatakan kehadirannya bersama Kapolda di Taniwel merupakan bentuk kepedulian TNI-Polri terhadap masyarakat yang terdampak.
“Kami hadir di sini karena sayang kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan ini berkembang dan menimbulkan keresahan yang lebih luas,” tegas Dody.
Pangdam juga mendorong penyelesaian persoalan dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat gotong royong, termasuk membantu masyarakat yang rumahnya terdampak.
Para kepala desa dan tokoh masyarakat diminta memberikan pemahaman kepada warganya agar tidak melakukan tindakan balasan.
Pemerintah Daerah Ikut Redam Situasi
Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama juga meminta masyarakat Desa Lisabata dan Desa Patahuwe menghentikan tindakan maupun narasi yang dapat memperkeruh situasi.
Pemerintah daerah, kata Selfinus, akan memberikan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak sekaligus mendorong penyelesaian persoalan secara damai.
Sementara itu, proses penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana yang terjadi tetap berjalan.
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi mengatakan kehadiran langsung Kapolda dan Pangdam di Taniwel menunjukkan keseriusan TNI-Polri dalam menjaga keamanan sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Pesan utama pimpinan sangat jelas, masyarakat jangan terprovokasi. Situasi harus diredam, komunikasi harus dibangun, dan setiap persoalan diselesaikan melalui jalur hukum serta pendekatan persuasif,” ujar Rositah.
Rositah kembali mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama melalui media sosial.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Lisabata dan Patahuwe untuk menahan diri. Jangan ada tindakan balasan. Serahkan proses penanganan kepada aparat dan mari bersama-sama menjaga Maluku tetap aman dan damai,” tegasnya.
Setelah melakukan pertemuan dan memastikan situasi terkendali, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura dan rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.30 WIT.
Hingga saat itu, situasi di wilayah Taniwel terpantau aman dan kondusif. TNI-Polri bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan pengamanan untuk memastikan tidak terjadi kembali aksi yang dapat memperbesar persoalan.
Kapolda dan Pangdam meminta masyarakat Lisabata dan Patahuwe menahan diri, tidak terprovokasi, tidak melakukan tindakan balasan, serta menyerahkan proses penanganan kepada aparat dan pemerintah.
Upaya tersebut dilakukan agar situasi keamanan di Taniwel kembali stabil dan hubungan masyarakat kedua desa tetap terjaga. (Acim)













