Java United FC resmi diluncurkan menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2026/2027. Klub yang sebelumnya dikenal dengan nama Malut United tersebut kini bertransformasi dengan identitas baru dan menjadikan Kota Semarang, Jawa Tengah, sebagai pusat operasional sekaligus markas tim.
Launching Java United FC berlangsung di HW Live House, Semarang, Rabu (26/8). Dalam acara tersebut, manajemen memperkenalkan 27 pemain, jajaran manajemen dan tim pelatih, sekaligus jersey yang akan digunakan pada musim ini.
Pelatih asal Brasil, Fabio Lefundes, dipercaya menangani Laskar Kepodang Emas. Pengalamannya melatih di kompetisi Indonesia menjadi salah satu modal yang diharapkan mampu membawa Java United bersaing di papan atas.
Sejumlah pemain lama tetap dipertahankan, di antaranya Ciro Alves, David Da Silva, Gustavo Franca dan Vico Duarte. Dua bersaudara asal Maluku Utara, Yance Sayuri dan Yakob Sayuri, juga masih menjadi bagian dari skuad. Sementara pemain asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Riyan Ardiansyah, turut memperkuat Java United musim ini.
Java United juga memperkenalkan tiga jersey. Jersey utama berwarna merah, jersey tandang putih, sedangkan jersey ketiga berwarna hitam.
Presiden Java United FC, Sofyan Lestaluhu, mengatakan keputusan klub hijrah dari Ternate ke Jawa Tengah telah melalui berbagai pertimbangan matang. Langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya membangun klub yang semakin profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.
Meski pusat operasional tim berpindah ke Semarang, Sofyan memastikan komitmen terhadap Maluku Utara tetap berjalan.
“Langkah ini bukanlah akhir dari komitmen kami terhadap Maluku Utara, melainkan perubahan fokus investasi demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masa depan sepak bola Maluku Utara dan nasional melalui pembinaan usia dini,” ujar Sofyan.
Ia juga mengungkapkan keinginan manajemen untuk membantu membangkitkan kembali Persiter, klub lokal yang memiliki sejarah panjang di Kota Ternate.
Karena itu, seluruh aset yang telah dibangun klub di Ternate, termasuk fasilitas training ground, tetap dipertahankan. Fasilitas tersebut akan menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini melalui Akademi Merah Putih.
Akademi tersebut hadir melalui kerja sama dengan SL Benfica, klub asal Portugal yang dikenal memiliki tradisi kuat dalam pembinaan pemain muda.
Program ini secara khusus menyasar anak-anak yatim-piatu dan dari keluarga kurang mampu. Sebanyak 150 anak ditargetkan mengikuti program pembinaan tersebut.
Seluruh program diberikan secara gratis, mulai dari proses pendaftaran hingga kegiatan pembinaan dan kehidupan peserta selama berada di asrama.
Dua pelatih dari SL Benfica juga akan hadir dan tinggal bersama para siswa di Ternate untuk mendampingi proses pembinaan.
Melalui kerja sama tersebut, manajemen Java United ingin menjadikan Ternate sebagai rumah bagi pengembangan talenta muda dengan kurikulum dan metodologi bertaraf internasional.
“Anak-anak Indonesia, khususnya di Maluku Utara dan Maluku, akan memiliki kesempatan untuk berkembang dalam lingkungan pembinaan yang modern, terarah, dan berstandar tinggi,” kata Sofyan.
Menurutnya, pembangunan sepak bola tidak hanya dilakukan melalui prestasi klub profesional, tetapi juga membutuhkan investasi jangka panjang terhadap generasi muda.
“Kami percaya bahwa membangun sepak bola tidak hanya dilakukan melalui prestasi sebuah klub profesional, tetapi juga lewat keseriusan investasi jangka panjang dalam pembinaan generasi muda,” ujarnya.
Sofyan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, mitra, suporter, masyarakat, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung perjalanan klub.
Di sisi lain, Java United FC ingin membangun hubungan dengan ekosistem sepak bola Jawa Tengah. Manajemen menegaskan kehadiran klub di Semarang bukan untuk menggantikan ataupun mengambil alih tempat klub lain.
“Kami sangat berharap dapat bekerja sama dengan stakeholder sepak bola di Jawa Tengah, dari pemerintah daerah, komunitas sepak bola, hingga pelaku industri olahraga. Karena kami sama-sama memiliki semangat persaudaraan dalam memajukan sepak bola Indonesia,” tutur Sofyan.
Pelatih Java United FC, Fabio Lefundes, menyambut antusias tantangan baru tersebut. Ia mengaku tertarik bergabung karena melihat keseriusan pemilik klub dalam membangun sepak bola Indonesia.
“Saya menerima ajakan sekaligus tantangan dari pemilik klub karena saya merasa kami punya tujuan yang sama. Saya melihat keseriusan pemilik klub dalam membangun dan mengembangkan sepak bola Indonesia,” jelas Lefundes.
Sementara itu, Riyan Ardiansyah yang berasal dari Kabupaten Pati menyambut positif kehadiran Java United di Jawa Tengah.
“Tentu saya menyambut hangat kehadiran Java United di daerah asal saya. Semoga transformasi klub ini dapat ikut membantu perkembangan sepak bola di Jawa Tengah serta memberikan hiburan kepada masyarakat,” ucap Riyan.
Berikut 27 pemain Java United FC musim 2026/2027:
Kiper: Cyrus Margono, Miswar Saputra, Jorge Meurer.
Bek: Gustavo Franca, Christian Gomis, Muhammad Firli, Ariel Kurung, Syahrul Ramadani, Aprilian Bernadus, Iksan Lestaluhu, Yance Sayuri, Riyan Ardiansyah.
Gelandang: Jonata Machado, Kei Hirose, Ridho Syuhada, Tri Setiawan, Vico Duarte, Fahrezza Sudin.
Winger: Armando Oropa, Kaio Nunes, Yakob Sayuri, Taufik Rustam, Ciro Alves, Yabes Roni, Frets Butuan.
Penyerang: Rifael Salmon dan David Da Silva.
Dengan identitas baru, markas baru di Semarang, serta tetap mempertahankan investasi pembinaan usia dini di Ternate, Java United FC kini bersiap menghadapi musim baru dengan ambisi membangun klub yang kompetitif sekaligus memberikan kontribusi terhadap masa depan sepak bola Indonesia. (Tim)

















