Memasuki hari keenam, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap Arien Maspaitella (25), nelayan yang dilaporkan hilang setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Kota Ambon.
Operasi SAR pada Sabtu (22/8) dipusatkan di sekitar Perairan Desa Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Untuk memaksimalkan pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan empat Search and Rescue Unit (SRU), termasuk SRU udara dari Tim Drone Basarnas Ambon.
Dantim Ops SAR, Renhard Lopies, mengatakan pengerahan empat SRU dilakukan untuk memperluas area pencarian dan menyisir seluruh sektor yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
“Hari ini untuk memaksimalkan pencarian, sebanyak 4 SRU dikerahkan guna memperluas area operasi SAR. Seluruh sektor hari ini dimasuki oleh Tim SAR Gabungan dengan besar harapan korban dapat segera ditemukan,” kata Renhard.
SRU 1 menggunakan Searider Kodaeral IX untuk melakukan pencarian pada sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan.
Selanjutnya, SRU 2 yang terdiri dari Rubber Boat Polairud Polda Maluku dan Rubber Boat Basarnas Ambon bergerak melakukan pencarian di permukaan air ke arah utara dan timur dari lokasi kejadian.
Pencarian juga dilakukan di bawah permukaan laut. SRU 3 dari tim penyelam Kodaeral IX diterjunkan untuk menyisir sektor bawah laut guna memaksimalkan pencarian korban.
Sementara SRU 4 merupakan tim udara dari Basarnas Ambon menggunakan drone untuk melakukan pencarian melalui jalur udara.
Sebanyak empat kali penerbangan drone dilakukan sejak pagi hingga sore hari, dengan total jarak penyisiran mencapai sekitar 12 kilometer.
Meski seluruh sektor telah disisir, hingga pencarian hari keenam belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Arien Maspaitella.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Tim SAR Gabungan untuk terus melakukan pencarian.
“Walaupun upaya pencarian korban hingga hari keenam ini masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, tidak menurunkan semangat dari seluruh Unsur SAR Gabungan. Semangat kami masih besar bersama Pemerintah Desa dan keluarga untuk Operasi SAR hari ketujuh besok,” ujar Renhard.
Ia berharap seluruh upaya yang dilakukan, mulai dari penyisiran di permukaan laut, pencarian bawah air hingga pemantauan melalui udara, dapat membuahkan hasil.
“Mudah-mudahan dengan segala tindakan, doa, tenaga maupun semua peralatan yang dikerahkan pada hari ketujuh besok, berharap korban segera kami ditemukan,” katanya.
Sebelumnya, Arien bersama dua rekannya dilaporkan hendak pergi melaut untuk menjaring ikan pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 16.30 WIT di sekitar pesisir Perairan Desa Hutumuri, Kota Ambon.
Sekitar pukul 19.00 WIT, ketiganya dihantam gelombang tinggi saat tengah menjaring ikan. Dalam insiden tersebut, Arien dilaporkan hilang setelah terseret ombak, sementara dua rekannya berhasil selamat.
Setelah kejadian, masyarakat sempat melakukan pencarian secara mandiri. Namun, Arien belum berhasil ditemukan hingga pencarian kemudian dilanjutkan melalui Operasi SAR Gabungan.
Operasi SAR melibatkan Basarnas Ambon, Kodaeral IX, Polairud Polda Maluku, Polsek Leitimur Selatan, BPBD Kota Ambon, serta masyarakat setempat.
Sejumlah sarana dan prasarana dikerahkan dalam operasi tersebut, di antaranya truk personel, Rubber Boat Basarnas, Rubber Boat Polairud, Searider Kodaeral IX, peralatan selam, dan drone thermal.
Sementara kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan, dengan angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan 35 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada hari ketujuh, Minggu (23/8/2026). Tim SAR Gabungan berharap pencarian yang terus diperluas dapat menemukan keberadaan Arien Maspaitella. (Erhan)













