Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi Gunung Dukono pada hari ketiga pencarian, Minggu (10/5).
Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tertimbun material vulkanik di dekat bibir kawah. Dari rekaman di lapangan, posisi kedua korban berada sekitar 30 meter dari tepi kawah. Material batu besar dan abu vulkanik membuat proses evakuasi berlangsung sangat sulit.
Saat proses evakuasi dilakukan, tim SAR juga dihadapkan pada kondisi berbahaya. Letusan susulan terjadi di sekitar kawah sehingga membuat tim sempat menghentikan proses evakuasi dan berlindung.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan proses evakuasi terkendala cuaca buruk dan medan ekstrem.
“Ditemukan tadi pukul 13.00 WIT, namun dengan medan yang sulit dan cuaca yang luar biasa hujan. Dalam rangka evakuasi menuju ke posko mengalami kesulitan, namun tim SAR dapat mengevakuasi sampai ke posko,” ujarnya.
Namun, karena kondisi jasad yang sudah tertimbun material berat, tim hanya dapat mengevakuasi bagian tubuh berupa tulang-belulang untuk dibawa ke posko utama di Desa Mamuya, Halmahera Utara, sebelum kemudian dipindahkan ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menyampaikan apresiasi kepada tim SAR sekaligus memastikan proses identifikasi dilakukan secara resmi sebelum pemulangan jenazah ke negara asal.
“Nanti ada proses autopsi dan kami akan meminta bantuan pihak kepolisian dan tim forensik untuk memastikan identitas kedua jenazah tersebut,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Singapura sejak awal operasi pencarian untuk mempercepat proses penanganan.
Dua korban WNA Singapura tersebut diketahui bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Sementara itu, satu korban lainnya yang juga ditemukan sebelumnya adalah Engel Krishela Pradita (28), warga negara Indonesia.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan evakuasi resmi dihentikan oleh tim SAR gabungan.














