Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Laut Banda, Maluku, Jumat (15/5) dini hari pukul 00.53 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan episenter gempa berada di laut pada koordinat 6,20° LS dan 130,53° BT atau sekitar 214 kilometer barat laut Tanimbar, Maluku, dengan kedalaman 151 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Banda,” ujar Wijayanto dalam keterangan resminya, Jumat (15/5).
BMKG menyebut hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah daerah seperti Saumlaki, Banda, Tual, Dobo, Masela, Sorong, Raja Ampat, Fak-Fak, hingga Kaimana dengan skala intensitas II-III MMI.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” lanjutnya.
Hingga pukul 01.16 WIB, BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan memastikan informasi resmi hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.(Tim)















