TEHORU-Akses jalan satu-satunya menuju Negeri Telutih Baru dan Dusun Waelonatan, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, sudah 10 tahun rusak parah.
Warga kesal karena pemerintah daerah hanya mengumbar janji tanpa ada tindakan nyata. Umar Ismail Kelihu, tokoh masyarakat Telutih, mengungkapkan kegelisahan ini Sabtu (04/4) kepada netmaluku.com.
Menurutnya, kedua proyek jalan tersebut dikerjakan dengan APBD Kabupaten Maluku Tengah, tetapi kualitas pekerjaan asal-asalan membuat jalan cepat rusak dan tidak bisa dipakai dengan nyaman.
“Kedua proyek jalan itu adalah satu-satunya akses masuk di Negeri Telutih Baru dan Dusun Waelonatan, dan dikerjakan oleh APBD Kabupaten Maluku Tengah. Tapi pekerjaan yang asal-asalan membuat akses masuk tidak bertahan lama dan mengalami kerusakan parah,” kata Umar tegas.
Ia menambahkan, jalan ini rusak sejak sepuluh tahun lalu dan tak pernah diperbaiki. Bahkan, pembangunan jalan menuju Dusun Waelonatan belum tuntas hingga ke pemukiman warga dan dibiarkan bertahun-tahun tanpa realisasi.
“Kami sudah mengajukan proposal ke pemerintah provinsi sejak 2022, tapi tidak ada respon. Sejak 2024, kami koordinasi dengan Pemprov melalui Dinas PUPR Maluku agar ada langkah keberpihakan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” tambahnya.
Warga kini menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji politik.
“Kami berharap pemerintah hadir dengan kerja nyata, jangan hanya slogan. Jawablah kebutuhan masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur jalan,” pungkas Umar.














