Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI menegaskan pentingnya penguatan daya saing pengusaha muda dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan dinamika pembangunan daerah saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Maluku Tahun 2026 di AmbonPembukaan , Selasa (12/5)
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Umum BPP HIPMI yang diwakili Wasekjen Bidang III sekaligus Ketua Satgas Energi BPP HIPMI, Jay Singgih.
Pembukaan Rakerda ditandai dengan prosesi pemukulan tifa bersama Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Muhammad Reza Mony, Sekretaris Umum Gemelita Pattiradjawane, Bendahara Umum Didit Ibrahim Serang, serta Ketua Panitia Rakerda Muhammad Fahrul Kaisuku.
Turut hadir mantan Ketua Umum BPD HIPMI Maluku periode 2006–2009 Arifin Rumra, jajaran pengurus BPD HIPMI Maluku, para Ketua Umum BPC HIPMI kabupaten/kota se-Maluku, kader HIPMI, hingga mitra organisasi dari sektor perbankan seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam sambutannya, Jay Singgih menegaskan HIPMI memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak pengusaha muda yang tangguh, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, sejak berdiri pada 1972, HIPMI menjadi wadah pembinaan pengusaha muda Indonesia agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi bangsa.
“HIPMI merupakan kawah candradimuka tempat pengusaha muda dan calon pemimpin bangsa ditempa untuk menjadi pengusaha yang tangguh, berkarakter, dan mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Jay.
Ia menambahkan, penguatan kaderisasi dan peningkatan kapasitas anggota terus didorong melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, salah satunya Diklatnas HIPMI yang kini bermitra dengan BUMN dan telah diperpanjang kerja samanya hingga lima tahun ke depan.
Melalui program tersebut, peserta akan mendapatkan pembekalan terkait geopolitik, geostrategi, kepemimpinan, hingga arah kebijakan ekonomi nasional agar mampu menjadi pengusaha yang adaptif terhadap perkembangan global.
Jay juga menyoroti pentingnya tata kelola usaha dan kemampuan manajerial bagi pengusaha muda. Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini bukan hanya persoalan akses permodalan, tetapi juga kesiapan administrasi, pembukuan, dan pengelolaan usaha yang profesional.
“Pengusaha muda harus memiliki pembukuan yang baik, tata kelola usaha yang tertib, dan kesiapan administrasi agar dapat berkembang dan mengakses pembiayaan usaha,” katanya.
Ia turut mengapresiasi soliditas BPD HIPMI Maluku dalam menjalankan kaderisasi dan program organisasi. Menurutnya, pelaksanaan Rakerda selama dua hari menunjukkan keseriusan HIPMI Maluku dalam membangun konsolidasi organisasi dan memperkuat kapasitas kader di daerah.
“BPD HIPMI Maluku saya lihat sangat solid dalam menjalankan kaderisasi dan program organisasi. Ini modal penting untuk melahirkan pengusaha muda yang berdaya saing,” ujarnya.
Di tengah tantangan geopolitik dan kondisi ekonomi global saat ini, Jay juga mengingatkan pengusaha muda agar tetap menjalankan usaha secara terukur dan penuh kehati-hatian.
“Kita harus menjadi pengusaha yang prudent. Jangan terlalu agresif, tetapi juga jangan stagnan. Pengusaha harus tetap bertumbuh dengan perhitungan yang matang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Maluku, Muhammad Reza Mony, menegaskan Rakerda menjadi forum strategis untuk menyatukan arah perjuangan organisasi dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi daerah.
Menurut Reza, HIPMI Maluku harus hadir sebagai organisasi yang progresif, adaptif, dan mampu memberikan solusi bagi pengembangan ekonomi daerah. Ia juga menyoroti besarnya potensi Maluku di sektor kelautan, perikanan, rempah-rempah, pariwisata, hingga energi yang harus mampu dikelola oleh pengusaha muda daerah.
“Pengusaha muda Maluku harus tampil sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi daerah. HIPMI harus hadir sebagai bagian dari solusi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Rakerda, Muhammad Fahrul Kaisuku, mengatakan kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi masa bakti 2025–2028.
Rakerda BPD HIPMI Maluku Tahun 2026 mengusung tema “Sinergi HIPMI Maluku: Kolaborasi Memperkuat Organisasi, Menggerakan Kemandirian Ekonomi Daerah, dan Menciptakan Peluang Usaha Berkelanjutan.”
“Kami berharap melalui Rakerda ini dapat lahir gagasan, inovasi, serta program kerja yang mampu memperkuat organisasi dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah serta kemajuan pengusaha muda di Provinsi Maluku,” pungkas Fahrul. (Tiar)














