Mayjen Dody Triwinarto turun langsung membantu proses evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (9/5).
Didampingi Enoh Solehudin, Pangdam tiba di lokasi dan langsung meninjau Pos Pemantauan Gunung Dukono untuk memantau proses penyelamatan para pendaki yang terjebak saat erupsi terjadi.
Berdasarkan laporan Dandim 1508/Tobelo, terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan gunung saat erupsi berlangsung. Dari jumlah tersebut, 18 orang telah berhasil dievakuasi.
Sebanyak 17 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang meninggal dunia. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua warga negara asing (WNA) yang belum ditemukan.
Pangdam juga sempat mengunjungi jenazah korban meninggal dunia di RSUD Tobelo. Korban diketahui merupakan perempuan berusia 29 tahun yang bekerja sebagai pegawai Pertamina Ternate.
Dalam keterangannya, Pangdam menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia menyoroti masih adanya aktivitas pendakian meski status Gunung Dukono berada pada Level II atau Waspada.
“Ketika gunung sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya dan statusnya naik, maka tidak ada lagi alasan untuk melakukan pendakian,” ujarnya.
Ia juga meminta koordinasi antara petugas pemantau gunung, pemerintah desa, dan masyarakat diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Pangdam turut mengapresiasi kerja tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan yang menyisir jalur evakuasi sepanjang 11,2 kilometer dengan medan berat.
Selain memantau proses evakuasi, Pangdam XV/Pattimura juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak erupsi Gunung Dukono.














